
Fokusmedan.com : Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Gunawan Benjamin memproyeksikan tren belanja masyarakat di Sumut akan menurun setelah lonjakan pada H-5 hingga H-1 Ramadhan. Penurunan tersebut sudah terlihat dari berkurangnya aktivitas pemotongan sapi di sejumlah daerah.
“Sejumlah pedagang juga menyampaikan terjadi penurunan tajam aktivitas belanja pada 1 Ramadan. Setelah itu, belanja masyarakat cenderung kembali normal,” ujar Gunawan, Senin (23/2/2026).
Ia menilai, selama Ramadan belanja masyarakat akan berada sedikit di atas rata-rata harian normal, namun tidak setinggi periode menjelang puasa. Tren konsumsi diperkirakan kembali meningkat pada sepekan menjelang Idulfitri.
“Setidaknya ada sekitar 20 hari selama Ramadan di mana tren belanja cenderung turun, meski masih sedikit di atas rata-rata normal,” katanya.
Gunawan menjelaskan, beberapa komoditas pangan yang tetap mengalami peningkatan permintaan selama Ramadan antara lain gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, kelapa, serta buah-buahan. Sementara untuk sumber protein seperti daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan ikan, permintaan diperkirakan kembali stabil.
Menurutnya, tidak semua pedagang kuliner membuka lapak selama Ramadan, sehingga serapan sejumlah komoditas justru berpotensi menurun.
“Daging sapi misalnya, sangat bergantung pada permintaan pedagang bakso. Kalau aktivitas mereka berkurang, otomatis serapan juga turun,” jelasnya.
Meski demikian, harga belum tentu turun dalam. Gunawan memperkirakan harga sejumlah komoditas sumber protein akan kembali ke posisi sebelum H-5 Ramadhan. Pengecualian terjadi pada cabai yang saat ini masih mencari titik keseimbangan baru di tengah gangguan panen yang dihadapi petani.
Secara keseluruhan, ia menilai tidak ada potensi gangguan harga yang signifikan akibat pasokan dari Sumut selama Ramadan.
“Tekanan harga lebih dipengaruhi faktor permintaan dan kemungkinan kenaikan harga dari luar Sumut, bukan karena gangguan pasokan di daerah,” pungkasnya. (ng)
