
Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka melemah ke level 8.031. Namun, seiring berjalannya sesi perdagangan, IHSG berhasil berbalik arah dan diperdagangkan di zona hijau.
Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menilai, penguatan mayoritas bursa saham Asia menjadi sentimen positif yang mendorong IHSG bergerak searah dengan pasar regional.
“IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan berpotensi menguji level 8.130, mengikuti tren bursa saham Asia yang mayoritas menguat,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga menunjukkan penguatan dengan bergerak di kisaran Rp16.785 per dolar AS. Penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (USD Index) ke level 96,92, yang turut diikuti penurunan imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun ke bawah 4,2 persen.
Menurut Gunawan, kombinasi pelemahan indeks dolar dan turunnya yield obligasi AS berpotensi memberikan tekanan lanjutan terhadap dolar AS, khususnya pada sesi perdagangan Asia.
Sementara itu, harga emas dunia terpantau stabil dan ditransaksikan di kisaran 5.043 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,7 juta per gram. Stabilnya harga emas terjadi meskipun belum terlihat tanda-tanda nyata terciptanya perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat.
“Untuk sementara, orientasi pelaku pasar akan lebih tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat,” kata Gunawan.
Data inflasi dan ketenagakerjaan AS dinilai akan menjadi acuan penting dalam pembentukan arah kebijakan suku bunga acuan ke depan.
Pasar juga akan mencermati respons Bank Sentral AS (The Fed) di tengah kinerja ekonomi AS yang belakangan menunjukkan pelemahan. Meski demikian, Gunawan mengingatkan pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap dinamika geopolitik global yang dapat berubah secara cepat dan berpotensi memicu gejolak baru di pasar keuangan. (ram)
