
Fokusmedan.com : Wilayah Sumatera Utara resmi memasuki musim kemarau dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Juli 2025. Kondisi ini menyebabkan cuaca siang hari terasa sangat terik, dengan suhu udara mencapai hingga 35 derajat Celsius.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Endah Pramita, menjelaskan bahwa cuaca panas akan berlangsung mulai siang hingga sore hari.
“Cuaca panas ini disebabkan oleh minimnya pembentukan awan akibat lemahnya dinamika atmosfer, baik secara lokal, regional, maupun global. Hal ini umum terjadi saat memasuki musim kemarau,” ujar Endah, Jumat (18/7/2025).
Menurutnya, suhu 35 derajat Celsius yang tercatat masih dalam kategori normal. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh fenomena antisiklon, yaitu sistem tekanan tinggi yang menyebabkan langit cerah dan udara lebih kering.
“Adanya antisiklon ini membuat angin bersifat menyebar dan menghambat proses pembentukan awan di siang hari,” jelasnya.
Meski siang hari terasa sangat panas, BBMKG mencatat beberapa wilayah di Sumut berpotensi mengalami hujan lokal pada malam hari.
“Hujan yang turun di malam hari bersifat lokal dan tidak merata. Ini juga terjadi karena dinamika atmosfer yang minim, sehingga pembentukan awan hanya terbatas di wilayah tertentu,” tambah Endah.
Endah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca panas yang ekstrem, terutama potensi gangguan kesehatan dan kebakaran.
“Radiasi matahari di siang hari cukup tinggi. Kondisi ini membuat suhu permukaan meningkat dan angin yang bersifat menyebar, menyebabkan udara terasa lebih kering,” katanya.
Dalam beberapa hari ke depan, diprediksi kondisi cerah berawan akan mendominasi Sumut pada pagi hingga sore hari, disertai potensi hujan lokal di malam hari.
Imbauan BMKG kepada masyarakat:
• Kurangi aktivitas luar ruangan saat siang hari
• Perbanyak konsumsi air putih
• Waspadai risiko kebakaran lahan akibat kondisi panas dan kering
• Hati-hati terhadap angin kencang di beberapa wilayah. (Rio)
