IHSG dan Rupiah Kompak Menguat, Harga Emas Terus Cetak Sejarah

Ilustrasi kinerja IHSG berada di zona hijau.

Fokusmedan.com : IHSG ditutup menguat ke level 1.11% ke level 6.381,674. Penguatan IHSG sedikit berbeda dengan kinerja bursa di Asia yang ditutup beragam. Kebijakan The FED yang mempertahankan besaran bunga acuan, ditambah dengan kemungkinan melakukan pemangkasan bunga acuan menjadi kabar baik bagi sejumlah bursa di Asia.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, kabar mengenai pemangkasan bunga acuan memberi angin segar bagi emiten di bursa, yang diuntungkan dengan penurunan bunga acuan. Akan tetapi itu masih ekspektasi kebijakan moneter The FED kedepan.

“Realisasinya akan sangat bergantung dengan laju tekanan inflasi AS, yang justru diproyeksikan naik seiring dengan meningkatnya tensi perang dagang saat ini,” ujarnya, Kamis (20/3/2025).

Selain itu, penguatan IHSG juga ditopang oleh kinerja mata uang Rupiah yang ditutup menguat di level 16.470 per US Dolar. Kinerja imbal hasil US Treasury 10 Tahun yang alami tekanan dan berada di kisaran 4.226% memicu pelemahan US Dolar di hari ini. US Dolar terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang di Asia lainnya, seperti terhadap Yen Jepang dan Rupe India.

Sementara itu, kebijakan Bank Sentral China yang tetap mempertahankan besaran bunga pinjamannya justru direspon dengan pelemahan mata uang Yuan terhadap US Dolar. Kebijakan bank sentral China yang mempertahankan loan prime rate di level 3.1% telah memicu koreksi di pasar saham China serta tidak memberikan perubahan besar bagi kinerja pasar keuangan di Asia.

Terpisah, harga emas ditransaksikan sedikit lebih rendah di level $3.045 per ons troy pada perdagangan sore. Atau sekitar 1.6 juta per gram. Meskipun turun harga emas dunia kembali cetak rekor tertinggi di hari ini. (ram)