Dibayangi Defisit Ganda, Harga Emas dan Pasar Keuangan Mampu Bertahan di Zona Hijau

Ilustrasi emas. freepik

Fokusmedan.com : Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu ditutup di zona positif selama perdagangan pekan ini. Pada Rabu (23/8/2023) bahkan IHSG mampu ditutup menguat 0.072% di level 6.921,41.

IHSG menguat di tengah minimnya sentimen serta dibayangi arah kebijakan Bank Sentral AS yang diperkirakan masih bernada hawkish. Di sisi lain, neraca dagang RI mengalami defisit sebesar $1.9 miliar di kuartal kedua 2023.

Dan juga terjadi defisit neraca pembayaran sebesar $7.4 miliar di kuartal kedua 2023. Desifit ini menunjukan bahwa aliran dana yang keluar dari tanah air lebih besar dibandingkan dengan uang masuk atau yang diterima RI.

Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin mengatakan, di satu sisi, defisit bisa mencerminkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi masih tetap berjalan karena impor masih terus terjadi. Terlebih, impor yang berkorelasi langsung dalam mendorong perputaran ekonomi, seperti impor barang modal atau bahan baku.

“Defisit di sisi lain juga bisa menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya perlambatan ekonomi yang serius. Sekaligus membuktikan bahwa perlambatan ekonomi di negara lain sudah terasa hingga di tanah air,” ujarnya, Kamis (24/8/2023).

Aktivitas ekspor melemah, yang bila dibarengi dengan penurunan harga komoditas bisa memberikan tekanan ganda pada ekonomi di tanah air. Selain IHSG yang menguat, mata uang rupiah juga terpantau menguat terhadap US Dolar di level 15.290 per US Dolar pada sesi perdagangan Rabu sore.

Di sisi lain, kinerja harga emas juga membaik di tengah tekanan yang muncul belakangan ini. Pelaku pasar masih berharap ada kabar baik dari pertemuan Bank Sentral seluruh dunia (symposium Jackson hole).

“Pelaku pasar masih menaruh harapan bahwa pertemuan tersebut nantinya akan membawa solusi moneter seiring dengan meningkatnya tantangan ekonomi global karena inflasi dan perlambatan ekonomi,” terangnya.

Harga emas berbalik naik di atas $1.900 per ons troy. Emas ditransaksikan dikisaran $1.910 per ons troynya atau kalau dirupiahkan dikisaran 942 ribu per gramnya.

“Dan menjelang perdagangan akhir pekan ini, pasar keuangan akan dibanjiri agenda penting yang bisa memutar arah pergerakann pasar. Sehingga pasar akan lebih waspada di akhir pekan ini,” pungkasnya. (ram)