
Fokusmedan.com : Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan, penerangan jalan umum menjadi fasilitas yang harus diberikan dan dihadirkan kepada masyarakat serta bisa dirasakan secara luas.
“Di samping dilakukan secara internal, menghadirkan penerangan jalan guna mewujudkan Medan Terang juga dilakukan dengan membangun kolaborasi bersama stakeholder terkait lainnya melalui sistem Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU),” ujarnya saat membuka Konsultasi Publik dan Market Sounding Proyek Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha Alat Penerangan Jalan (APK) Beserta Smart Roadway Monitoring System Kota Medan di Balai Kota Medan, Jum’at (4/8) petang.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatangan berita acara Konsultasi Publik dan Market Sounding yang dilakukan Bobby Nasution.
Bobby Nasution mengatakan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan sehingga dirasa perlu untuk melakukan sejumlah hal dan kolaborasi dalam menghadirkan APJ, termasuk melalui sistem KPBU. Terkait itu, Bobby Nasution berharap agar semua hal terkait dapat berjalan lancar.
“KPBU ini menjadi yang pertama di Kota Medan. Kami tentu berharap semuanya dapat berjalan lancar dalam pelaksanaanya dan bermanfaat bagi masyarakat. Adapun yang harus kita junjung dalam pelaksanaannya adalah transparansi dan niat percepatan di dalam kegiatannya, ” kata Bobby Nasution.
Saat ini, sambungnya, baru ada 90 ribu-an penerangan jalan di Kota Medan. Sementara, dibutuhkan sekitar 124.000 penerangan jalan untuk menerangi seluruh wilayah ibukota Provinsi Sumatera Utara.
“Artinya, baru sekitar 70 persen jumlah penerangan jalan yang ada dari yang kita butuhkan. Termasuk, kita butuh kehadiran lebih lampu LED yang saat ini persentasenya masih berada di angka 15 persen,” imbuhnya.
Semoga, tambahnya, KPBU ini tidak hanya berhenti di penerangan jalan saja. Tapi bisa juga merambah ke sektor kesehatan yang masuk dalam salah satu program prioritas Pemko Medan, termasuk, mendukung upaya duckting di Kota Medan dan program-program lainnya. (Rio)
