
Fokusmedan.com : Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tidak bisa menutupi kesedihannya, saat ditanyakan perkembangan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 di Indonesia yang terancam batal. Terlebih persiapan Kota Solo sebagai salah satu tuan rumah dan venue final sudah dilakukan maksimal, dengan anggaran yang juga tidak sedikit.
Kekecewaan juga akan dialami banyak orang karena sejumlah event closing ceremony yang menghadirkan artis Indonesia dan Asia terancam batal. Salah satu artis Asia yang akan dihadirkan tersebut adalah idol asal Korea Selatan atau K-Pop.
“Wis dicepakke kabeh. artis-artise, sopo wingi sing jaluk K-Pop dan lain-lain. Wis, wis siap-siap bersedih saja. (Sudah disiapkan semua artisnya, siapa yang kemarin minta K-Pop. Sudah, siap-siap bersedia saja),” ujar Gibran usai menghadiri acara sidang paripurna di Gedung DPRD Solo, Rabu (29/3).
Gibran Gibran menyebut, acara closing ceremony atau penutupan Piala Dunia U-20 digelar di Stadion Manahan akan dimeriahkan dengan budaya dan olahraga. Hal tersebut dimaksudkan untuk menyambut para atlet dan penonton agar setelah final tidak langsung pulang. Gibran belum bisa memastikan kedatangan mereka usai batalnya drawing di Bali.
“Piala duniane wae enggak jadi kok. Wis tunggu wae yo, jangan terlalu banyak berharap. Soalnya keadaannya seperti ini, jangan terlalu banyak berharap,” keluhnya.
Gibran menyebut, proses renovasi Stadion Manahan dan empat lapangan pendukung (Stadion Sriwedari, Sriwaru, Banyuanyar, Kota Barat) saat ini sudah selesai dilakukan. Sabtu lalu delegasi FIFA didampingi PSSI sudah meninjau keempat venue. Kegiatan selanjutnya adalah penjahitan rumput Stadion Manahan.
“Sudah selesai tinggal stitching saja. Stitching minggu depan alatnya baru datang di Bali,” ungkap dia.
Penjahitan rumput dengan alat pitch stitching, lanjut Gibran, tidak membutuhkan waktu lama. Saat ini alat jahit rumput alami dengan sintetis tersebut masih berada di Bali, untuk merapikan Stadion I Wayan Dhipta. Seusai Bali, giliran Stadion Gelora Boeng Tomo Surabaya dan Manahan Solo.
Gibran mengapresiasi banyaknya dukungan yang datang dari masyarakat. Terutama melalui akun media sosialnya, baik Twitter maupun Instagram.
“Lumayan banyak (dukungan). Saya surprise juga, ternyata juga lebih banyak yang mendukung daripada yang menolak,” katanya.
“Saya tunggu kode saja dari Pak Ketum PSSI. Begitu beliau kasih kode jalan, saya jalan,” tandasnya.
Meski terlihat kecewa, putra sulung Presiden Joko Widodo itu meminta masyarakat Solo agar bersabar.
“Lha pie, panggone wis dadi, venue wes dadi, ya dimanfaatkan dong. (Gimana lagi, tempat sudah jadi, venue jadi, ya dimanfaatkan). Tunggu saja beliau sampai Doha nanti kan langsung ngabarin,” katanya lagi.
Lebih lanjut suami Selvi Ananda itu menyampaikan, saat ini dirinya tinggal mengharapkan upaya yang dilakukan Ketua PSSI Erick Thohir untuk melobi Presiden FIFA.
“Venuenya sudah jadi, anggaran sudah keluar, semua sudah kecapaian, habis itu protes. Sini sudah capek, tenaganya sudah habis. Ngapain protesnya baru sekarang, ” kesalnya.(yaya)
