Bertemu Airlangga, Ridwan Kamil: Menjaga Komunikasi Politik Itu Penting

Fokusmedan.com : Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut pertemuannya dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bagian dari menjaga komunikasi politik. Meski demikian, pembahasan antara keduanya belum mengarah pada kontestasi Pilpres 2024.

Diketahui, Ridwan Kamil menyambangi rumah dinas Airlangga di Widya Chandra, Jakarta Selatan pada Minggu (15/5).

Pria yang akrab disapa Emil ini menyatakan bahwa pembahasan dan pembicaraan berfokus bantuan pemerintah pusat di bawah Airlangga sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

“(Pertemuan dengan Airlangga membahas) mengamankan Perpres Patimban di Jabar, yang rapat rutin, hampir Rp300 triliun bantuan dari pusat lewat Perpres dari Pak Jokowi,” ujar Emil di Bandung, Senin (16/5).

Namun, spekulasi yang berkembang di media sosial mengenai pertemuan itu dikaitkan dengan kontestasi Pilpres 2024. Ridwan Kamil sendiri enggan mengomentari jauh soal itu.

Ridwan Kamil memilih menjawab secara normatif, yakni fokus menuntaskan periode jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat. Menurut dia, peta politik khusus Pilpres 2024 belum terlalu jelas.

Begitu pula dengan peluangnya melanjutkan masa jabatan dengan mengikuti Pilgub Jabar, dia belum bisa menjawabnya secara tegas.

“Kita tahu urusan Pilpres masih belum terpetakan secara pasti, komunikasi dengan parpol itu kewajiban ada atau tidak ada Pilpres menjaga komunikasi politik itu penting,” ungkap dia.

Hubungan dan komunikasi dengan para petinggi partai terus dijalin. Tak hanya dengan Golkar, dia mengaku dekat dengan NasDem, PAN, hingga Partai Demokrat.

Hubungan dengan Petinggi Parpol

Hubungan dan komunikasi dengan para petinggi partai terus dijalin. Tak hanya dengan Golkar, dia mengaku dekat dengan NasDem, PAN, hingga Partai Demokrat.

“Kemarin kita ke NasDem lewat pak Siswono, kemudian lewat dewan pertimbangan saya ke pak Zul PAN ke Pak Airlangga, dan sudah banyak lah,” kata dia.

“Bahwa nanti bermuara dukungan baik di 2024 menjadi harapan tapi tentu harus realistis. Orang kayak saya ada pilihan melanjutkan (dua periode Gubernur Jawa Barat) atau ada langkah lain. Saya kira bisa dijawab sesuai waktunya, tidak bisa sekarang,” pungkas pria berlatarbelakang Arsitek itu.(yaya)