Warga Belawan Bahari Minta Polda Sumut Serius Usut Kasus Penyerobotan Lahan

Sejumlah warga Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan dan pengurus DPW SIAP Sumut saat melakukan aksi unjuk rasa damai di depan markas Polda Sumut, Kamis (14/1). Ist

fokusmedan : Sejumlah warga masyarakat Kelurahan Belawan Bahari Kecamatan Medan Belawan dan Pengurus Wilayah Solidaritas Aktivis Peduli Sumatera Utara (DPW SIAP SU) meminta pihak Kepolisian serius mengusut tuntas kasus dugaan penyerobotan tanah oleh PT STTC.

Lahan yang diduga diserobot merupakan tanah seluas 13.431 m2 yang dihibahkan oleh Mujianto untuk fasilitas umum namun digunakan untuk peruntukan pengembangan PT STTC.

“Kami meminta agar Kapoldasu serius mengusut kasus ini hingga tuntas karena diduga pihak perusahaan tersebut terindikasi korupsi dalam penyerobotan fasilitas umum atau milik negara,” tegas Sahnan Siregar, kordinator aksi saat menyampaikan orasinya saat melakukan aksi demo sejumlah warga Kelurahan Belawan Bahari dan pengurus DPW SIAP Sumut di depan markas Polda Sumut di Medan, Kamis (14/1).

Disebutkan Sahnan, lahan yang diduga diserobot oleh PT STTC kini telah dipasang garis polisi (police line) oleh pihak penyidik Poldasu namun sampai sekarang pihak perusahaan masih melakukan aktivitas yang seharusnya tidak boleh ada kegiatan (standvas).

Akibat dugaan penyerobotan lahan tersebut akses keluar masuk warga jadi terganggu bahkan warga terpaksa melintasi jalur hijau sebagai sarana keluar masuk warga.

“Seharusnya tidak ada kegiatan di lokasi standvas tersebut namun pihak perusahaan masih melakukan kegiatan sehingga kami berharap agar polisi bersikap tegas dan netral dalam kasus ini serta menangkap pimpinan perusahaan tersebut,” harap Sahnan.

Oleh sebab itu, tambah Sahnan, jika penegak hukum di Sumatera Utara tidak netral dan profesional dalam mengusut kasus ini maka pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri, Kejaksaan Agung, Kementrian Agraria dan Tata Ruang serta DPR RI di Jakarta.

Sementara itu, pihak Bidang Humas Poldasu yang diwakili RE Samosir saat menerima tuntutan dari para pengunjuk rasa menyebutkan bahwa kasus tersebur masih dalam penyelidikan dan pihak Kepolisian akan tetap memberi perkembangan hasil penyelidilan lewat Surat Pemberitahuan Pengembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP).

“Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh pihak Kepolisian dan perkembangan kasus ini akan diberitahukan melalui SP2HP,” ujar RE Samosir sembari menyarankan para peserta aksi unjuk rasa damai ini membubarkan diri dengan tertib.

Pantauan wartawan, aksi unjuk rasa damai itu berlangsung dengan tertib persis di depan pintu masuk markas Poldasu. Para pendemo juga membawa sejumlah poster yang berisikan point-point tuntutan.

Massa pendemo juga mengancam akan melakukan aksi serupa ke Mabes Polri, Kantor Kejaksaan Agung, Kantor Kementrian Agraria dan Tata Ruang serta kantor DPR RI di Jakarta.

Setelah tuntutan mereka diterima oleh perwakilan Bidang Humas Poldasu, para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke Kelurahan Belawan Bahari.

(Rio)