
fokusmedan : Pemerintah terus berkomitmen untuk mengakselerasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) di 2021. Adapun anggaran yang disiapkan sebesar Rp372,1 triliun, dipergunakan untuk akselerasi pemulihan ekonomi sekaligus penguatan reformasi.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu mengatakan program PEN pada tahun depan sama seperti 2020, yakni dibagi menjadi 6 kluster. Di antaranya kesehatan, perlindungan sosial, kementerian lembaga dan pemda, dukungan UMKM, pembiayaan korporasi dan insentif usaha.
“Dalam cluster kesehatan, fokus utama ditujukan untuk penanganan covid dengan alokasi dana untuk penyediaan vaksinasi. Sementara program perlindungan sosial tetap dilanjutkan untuk mendukung daya beli khususnya harapannya di semester I 2021,” kata dia dalam acara Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2020, Rabu (4/11).
Dia melanjutkan untuk program sektoral pemda akan difokuskan alokasi anggarannya dalam rangka melakukan pemulihan sektor pariwisata, pembangunan infra ICT, dan penguatan program padat karya.
Sementara untuk empat kluster lain, seperti bantuan sosial, dukungan UMKM, insentif usaha, dan pembiayaan korporasi tidak terlalu banyak berubah fokusnya. Anggaran keempat pos tersebut pun tidak begitu besar dibandingkan pada 2020.
“Ukurannya dibandingkan 2020 memang lebih kecil dengan pertimbangan bahwa aktivitas dunia usaha berangsur sudah membaik sehingga program PEN diharapkan mempercepat kinerja dunia usaha di 2021,” tandas dia.(yaya)
