
fokusmedan : Organ kelamin termasuk salah satu bagian tubuh yang perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya. Dengan menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim, dapat mengurangi berbagai risiko penyakit kelamin. Terlebih lagi bagi orang yang sudah aktif melakukan hubungan seksual, kebersihan organ vital ini menjadi hal penting yang harus diperhatikan.
Bukan tanpa alasan, jika kebersihan organ intim tidak dapat terjaga dengan baik maka berbagai kuman, bakteri, jamur, dan virus bisa lebih mudah masuk dan menginfeksi. Jika penyakit ini terlambat terdeteksi dan tidak mendapat penanganan yang baik, tentu akan semakin berkembang pada kondisi yang lebih parah. Lebih lanjut, seseorang yang mempunyai penyakit kelamin dapat menularkan kepada pasangannya melalui hubungan seksual.
Risiko ini tentu dapat terjadi pada siapa saja, termasuk pada wanita. Di mana penyakit kelamin wanita bisa didapatkan setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang sudah terinfeksi sebelumnya. Dalam hal ini, terdapat beberapa penyakit kelamin wanita yang umum terjadi di masyarakat. Penyakit seksual wanita ini dapat tertular melalui kontak seksual vagina, anal, atau oral.
Penyakit kelamin wanita ini pun mempunyai beberapa gejala yang dapat muncul dengan jelas, namun tidak jarang juga tidak diketahui sama sekali. Untuk itu, masyarakat perlu mengetahui seperti apa saja penyakit kelamin wanita dan gejala-gejala yang mungkin muncul. Dilansir dari situs Healthline, berikut kami merangkum beberapa penyakit kelamin wanita yang sering terjadi beserta gejala dan cara pencegahannya.
Penyakit kelamin wanita atau sering disebut dengan penyakit menular seksual merupakan penyakit yang terjadi akibat infeksi pada organ kelamin. Penyakit ini dapat ditularkan dengan mudah melalui hubungan seksual. Baik hubungan seksual melalui vagina, anal, maupun oral.
Biasanya wanita yang memiliki kondisi ini, akan mengalami beberapa gejala umum. Seperti vagina terasa gatal, muncul ruam, urin dengan jumlah yang tidak biasa, hingga munculnya rasa sakit.
Meskipun begitu, beberapa kasus justru menunjukkan tidak adanya gejala yang terjadi pada wanita yang mengalami penyakit kelamin. Hal ini tentu menyulitkan penderita untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.
Sebab, jika tidak segera dilakukan pengobatan, kondisi penyakit kelamin wanita ini dapat terus berkembang semakin parah. Lebih lanjut, hal ini akan menyebabkan masalah kesuburan dan meningkatkan risiko terserang kanker serviks.
Setelah mengetahui kondisi penyakit kelamin wanita secara umum, berikutnya terdapat beberapa gejala yang sering dialami oleh wanita yang mengidap penyakit kelamin. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa gejala vagina terasa gatal, ruam, urin berlebih, hingga muncul rasa sakit merupakan gejala umum yang sering terjadi.
Terdapat beberapa gejala lain yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
- Perubahan buang air kecil, di mana wanita menjadi lebih sering buang air kecil, merasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, serta keluarnya darah dalam urin.
- Mengalami keputihan yang tidak normal, yaitu keputihan yang lebih kental yang menjadi gejala infeksi jamur, atau keputihan dengan warna kuning kehijauan yang menjadi tanda penyakit gonore atau trikomoniasis.
- Gatal di area vagina, bisa menjadi tanda sebagai reaksi alergi terhadap kondom lateks, infeksi jamur, kutu kemaluan, kutil kelamin, infeksi bakteri dan virus.
- Nyeri saat berhubungan seksual, yaitu di bagian perut atau panggul.
- Terjadi pendarahan abnormal.
- Munculnya ruam berupa luka atau jerawat kecil di sekitar mulut atau vagina yang bisa mengindikasikan herpes, HPV, atau sifilis.
Setelah mengetahui beberpa gejala pada penyakit kelamin wanita, berikutnya perlu diketahui bahwa terdapat beberapa jenis penyakit kelamin wanita yang sering terjadi. Berikut beberapa penyakit kelamin wanita yang umum terjadi:
- Human Papillomavirus (HPV)
- Gonorea
- Klamidia
- Herpes genital
Dari beberapa jenis penyakit kelamin tersebt, HPV merupakan salah satu jenis yang sering terjadi pada wanita. Penyakit ini diketahui menjadi penyebab utama kanker serviks. Di samping itu, gonorea dan klamidia juga menjadi penyakit kelamin yang umum terjadi.
Penyakit ini bisa diketahui setelah melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan. Penyakit herpes yang terjadi pada organ kelamin terbilang cukup sering terjadi pada wanita, di mana 1 dari 6 orang bisa mengalami gangguan ini.
Setelah mengetahui beberapa jenis penyakit kelamin wanita yang sering terjadi dan gejalanya, berikutnya perlu diketahui beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut. Berikut adalah beberapa cara pencegahan penyakit kelamin wanita yang bisa dilakukan:
- Menjalani tes secara teratur, yaitu tes Pap Smear 3 – 5 tahun sekali. Selain itu, juga perlu menanyakan saran dokter apakah diperlukan vaksinasi HPV atau tidak.
- Sering berkonsultasi dengan dokter tentang penyakit kelamin jika Anda aktif melakukan hubungan seksual.
- Gunakan perlindungan saat berhubungan seksual, seperti memakai kondom pengaman. Perlu diketahui, bahwa spermisida, pil KB, dan bentuk kontrasepsi lainnya hanya dapat mencegah kehamilan dan tidak melindungi risiko penyakit kelamin seksual.
- Berkomunikasi secara jujur dan terbuka dengan dokter dan pasangan jika memiliki riwayat penyakit seksual. Hal ini sangat penting untuk mencegah risiko penularan penyakit kelamin ke pihak orang lain.
