Bangunan di Jalan Bahagia By Pass Diduga Tak Miliki Izin

Bangunan yang diduga tidak memiliki IMB. Ist

fokusmedan : Proyek pekerjaan bangunan bisnis center di Jalan Bahagia By Pass, Medan Kota yang dikerjakan setahun ini diduga tidak memiliki izin. Selain itu, bangunan yang hampir 30 persen pekerjaannya melanggar roilen jalan.

Ada pun di areal bangunan tidak terlihat plang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) disekitar proyek pembangunan, sehingga tidak diketahui perusahaan yang membangun dan nilai pekerjaan. Hanya plang bertuliskan ‘Bahagia Business Centre” terpampang di lokasi itu.

Sementara para pekerja dikonfirmasi, tidak bersedia memberikan keterangan terkait kepemilikan bangunan tersebut. “Kami hanya pekerja saja,” sebut mereka, Jumat (16/10/2020).

Dari pantauan, bangunan didirikan sangat dekat dengan jalan umum, sehingga dikhawatirkan akan membuat kemacetan jalan jika pekerjaannya telah selesai.

Terkait itu, Anggota DPRD Medan Hendra DS menanggapi bangunan bermasalah itu, mengingatkan pemilik bangunan untuk menghentikan pekerjaan tersebut jika memang tidak melengkapi izin dan melanggar aturan.

“Ya harus segera dihentikan. Saya juga sudah cek ke lokasi, bangunan itu melanggar roilen jalan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, telah melakukan konfirmasi ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Medan, menanyakan keberadaan bangunan yang akan dibuat pusat bisnis tersebut. “Dinas Perkim sampaikan ke saya bahwa bangunan itu tidak memiliki izin. Bahkan sudah dua kali Perkim melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan terkait itu,” sebut anggota Komisi IV itu.

Dikatakannya, Perkim harus tegas menyikapi bangunan-bangunan bermasalah di Kota Medan. “Jika terbukti tidak memiliki izin harus segera dibongkar. Jangan dibiarkan begitu saja, sehingga merugikan pemerintah,” sebutnya.

Mengenai bangunan bermasalah di Jalan Bahagia By Pass itu, Hendra DS menegaskan agar Perkim segera melakukan pembongkaran. “Selain akan menjadi persoalan nantinya, seperti membuat kemacetan jalan, juga tidak berfaidah karena tidak ada pemasukan PAD dari proyek bisnis center tersebut,” ujarnya.(gap)