Komplikasi Diabetes, Dapat Sebabkan Gangguan Saraf dan Kerusakan Mata

fokusmedan : Penyakit diabetes adalah salah satu jenis penyakit yang cukup banyak diidap oleh orang-orang di seluruh dunia. Pada seorang pengidap diabetes melitus, kadar gula di dalam tubuhnya sangat tinggi. Hal ini lantas membuat tubuh menjadi tidak mampu memproduksi insulin atau malah tidak merespons insulin.

Diabetes adalah penyakit kronis. Tandanya adalah tingginya kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Jika jumlahnya terus bertambah, glukosa akan menumpuk dan menimbulkan berbagai gangguan organ.

Mengutip dari halodoc.com, beberapa gejala diabetes di antaranya adalah sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat (terutama pada malam hari), lapar terus-menerus, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, berkurangnya massa otot, pandangan kabur, luka sulit sembuh, dan sering mengalami infeksi.

Apabila tidak segera ditangani secara serius oleh profesional, penyakit diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang cukup berbahaya dan mengancam kesehatan.

Termasuk di antara komplikasi diabetes adalah bahaya fatal yang mengancam nyawa seperti serangan jantung dan kematian. Berikut ini adalah 6 komplikasi diabetes yang dapat terjadi.

1. Gangguan Saraf

Komplikasi diabetes yang pertama adalah gangguan saraf atau neuropati diabetika. Pada kondisi ini, kadar gula darah yang meningkat dapat menyebabkan kerusakan saraf pada tubuh.

Kebanyakan gangguan saraf ini menyerang daerah saraf tangan dan kaki. Komplikasi diabetes ini menyebabkan mati rasa, atau kesemutan pada jari-jari tangan dan kaki. Gejala lainnya adalah timbulnya nyeri, kesemutan, kebas atau baal, hingga sensasi terbakar.

Menurut American Academy of Family Physicians, 10 sampai 20 persen pengidap diabetes mengalami nyeri saraf. Kerusakan saraf juga dapat memengaruhi mood, hingga menyebabkan stres dan gangguan tidur kronis.

Komplikasi diabetes berupa gangguan saraf ini membuat kaki akan terasa nyeri ketika dipakai untuk beraktivitas. Bahkan, rasa sakit dapat muncul akibat tangan atau kaki bersentuhan dengan benda lain.

Bahaya dari komplikasi diabetes ini adalah memburuknya kualitas hicup penderita. Maka dari itu, harus segera ditangani oleh dokter.

2. Penyakit Pembuluh Darah

Komplikasi diabetes yang kedua adalah timbulnya penyakit pembuluh darah. Proses awal terjadinya kelainan vaskuler adalah adanya aterosklerosis, yang dapat terjadi pada seluruh pembuluh darah.

Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan penumpukan lemak di dinding pembuluh darah. Seiring waktu, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi yang menghambat sirkulasi darah, dan pada akhirnya meningkatkan risiko aterosklerosis pada pasien diabetes melitus.

Penyakit pembuluh darah biasanya lebih sering dan lebih awal terjadi pada penderita diabetes dan biasanya mengenai arteri distal (di bawah lutut). Pada diabetes, penyakit pembuluh darah perifer biasanya terlambat didiagnosis yaitu bila sudah mencapai fase IV.

Dalam website resmi American Heart Association (AHA), disebutkan bahwa pengidap penyakit diabetes berisiko empat kali lebih besar meninggal karena penyakit jantung daripasa mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit diabetes. AHA bahkan menganggap diabetes sebagai salah satu dari tujuh faktor risiko utama penyebab penyakit kardiovaskular.

3. Penyakit Jantung Koroner

Komplikasi diabetes yang ketiga adalah penyakit jantung koroner. Berdasarkan studi epidemiologis, diabetes merupakan suatu faktor risiko jantung koroner. Ateroskierosis koroner ditemukan pada 50-70% penderita diabetes.

Akibat gangguan pada koroner timbul insufisiensi koroner atau angina pektoris (nyeri dada paroksismal serti tertindih benda berat dirasakan di daerah rahang bawah, bahu, lengan hingga pergelangan tangan).

Hal ini timbul saat beraktivitas atau sedang emosi, dan akan mereda setelah beristirahat atau mendapat nitrat sublingual. Akibat yang paling serius adalah infark miokardium, di mana nyeri menetap dan menjadi lebih hebat dan tidak mereda dengan pemberian nitrat.

Namun gejala-gejala ini bisa juga tidak timbul pada penderita diabetes sehingga perlu perhatian yang lebih teliti.

4. Kerusakan Mata

Komplikasi diabetes yang ke empat adalah kerusakan mata. Pada awalnya, para penderita diabetes akan mengalami penglihatan yang kabur selama beberapa hari atau minggu. Dan hal ini akan berhenti atau hilang ketika kadar gula darah kembali normal.

Namun ketika kadar gula darah terus meninggi, pembuluh darah kecil yang ada di belakang mata dapat mengalami kerusakan. Kerusakan pembuluh darah mata bahkan sudah dapat dimulai sejak masa pradiabetes, yakni ketika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari normal tapi belum cukup tinggi untuk didiagnosis menderita diabetes.

Pembuluh darah yang rusak lantas melemahkan saraf, menimbulkan adanya pembengkakan dan berisi cairan. Selain itu, pembuluh darah ini juga dapat mengalami perdarahan di bagian tengah mata. Hal ini dapat memicu pertumbuhan jaringan parut atau menyebabkan tekanan tinggi di dalam mata Anda.

5. Kerusakan Ginjal

Komplikasi diabetes yang kelima adalah kerusakan ginjal. Ginjal pada dasarnya berfungsi untuk menyaring limbah dari darah. Pada pengidap diabetes, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat mengganggu pembuluh darah di ginjal. Hal ini lantas menyebabkan kerusakan yang berujung pada penyakit ginjal. Dalam dunia medis, komplikasi diabetes ini disebut dengan nefropati diabetik.

Diabetes mellitus tipe 2, merupaka penyebab nefropati atau gagal ginjal terminal yang paling banyak. Kerusakan ginjal yang spesifik pada penderita diabetes mengakibatkan perubahan fungsi penyaring, sehingga molekul-molekul besar seperti protein dapat lolos ke dalam kemih (mis. Albuminuria).

Akibat nefropati diabetika, dapat timbul kegagalan ginjal yang progresif. Nefropati diabetika ditandai dengan adanya proteinuri persisten (> 0.5 gr/24 jam), terdapat retino pati dan hipertensi. Dengan demikian upaya preventif pada nefropati adalah kontrol metabolisme dan kontrol tekanan darah.

6. Stroke

Komplikasi diabetes yang ke enam adalah stroke. Aterosklerosis serebri merupakan penyebab mortalitas kedua tersering pada penderita diabetes.

Kira-kira sepertiga penderita stroke juga menderita diabetes. Stroke lebih sering timbul dan dengan prognosis yang lebih serius untuk penderita diabetes.

Akibat berkurangnya aliran atrteri karotis interna dan arteri vertebralis timbul gangguan neurologis akibat iskemia, berupa:

  • Pusing, sinkop
  • Hemiplegia: parsial atau total
  • Afasia sensorik dan motorik
  • Keadaan pseudo-dementia