Bobby Nasution tampung aspirasi guru honorer

fokusmedan : Bakal Calon Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution bersilaturahmi dengan guru honorer di Ruang Medan Berkah Jalan Teuku Cik Ditiro No 53 Medan.

Diskusi bertajuk Medan Hari Ini mengulas kegelisahan dan harapan yang disampaikan guru honorer tersebut kepadanya.

Ketua Forum Honorer Indonesia (FHI) Sumut, Andy Subakti didampingi Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis mengungkapkan persoalan para guru honorer.

“Mereka ini yang menjalani, jadi kita menyambut baik kesediaan Bang Bobby menerima tim dari tenaga honorer. Kalau bisa ada satu tim khusus untuk mengurai persoalan guru honorer,” sebut Andy.

Ia mengatakan, honorer ini bukan hanya guru saja, melainkan ada pula honorer di Pemko Medan, yang merupakan tenaga non pendidik yang statusnya akan berakhir di tahun 2023.

Terlebih lagi, lanjutnya, honorer akan dihapus, sementara tidak mungkin semuanya diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).

“Jadi ini sebuah persoalan yang harus dijawab oleh bang Bobby, kalau nanti beliau menjadi walikota,” ujarnya.

Sementara itu Bobby Nasution pun mengajak para guru honorer untuk berkolaborasi mengatasi persoalan yang ada.

“Saya tidak mau berjanji. Saya maunya ada yang ikut bantu saya dalam mencari solusi untuk permasalahan ini,” ucapnya, saat menjawab pertanyaan dari para guru honorer.

Mengetahui cukup peliknya jalur birokrasi yang harus dilalui setiap warga dan komunitas dalam menjangkau pemerintahan, Alumni S2 Agribisnis IPB ini pun menyampaikan niatnya menjadikan birokrasi di Medan, menjadi enterpreneur birokrasi.

“Bagaimana sistemnya akan dijelaskan nanti,” jelasnya.

Diakui Penggagas Kolaborasi Medan Berkah ini, banyaknya jumlah guru honorer, khususnya guru SD di Kota Medan harusnya menjadi perhatian lebih. Apalagi jumlah honorer tidak sedikit, sekitar 80% dari total guru SD.

“Untuk itu, saya di sini menampung permasalahan. Saya ingin menjadi pendengar terlebih dahulu. Karenanya kita minta guru ikut bantu kami, mencari pemecah permasalahan,” ungkapnya.

Bobby juga membuka diri dan mengajak semua elemen di Kota Medan untuk berdiskusi memecahkan masalah.

“Saya membuka diri karena saya juga doyan diskusi. Apapun dan dari elemen manapun kita mau berkolaborasi,” tukas Bobby.(gib)