Mengenal Favipiravir, Obat yang Ditemukan China Buat Sembuhkan Virus Corona

fokusmedan : Para peneliti akhirnya menemukan obat untuk menyembuhkan pasien virus corona. Obat-obat itu tentu saja sudah melakukan uji coba terhadap sejumlah pasien virus corona. Obat itu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan dalam melawan virus corona dan pasien dengan gejala ringan.

Sebelumnya, sejumlah obat dipercaya bisa menyembuhkan corona, seperti obat HIV dan obat flu. Kemudian, sejumlah pasien juga mengaku diberikan vitamin kekebalan tubuh, agar tak mudah terinfeksi virus corona. Meski begitu, penelitian di bidang farmasi untuk mengatasi virus corona masih terus dilakukan.

Obat Antiviral yang Ditemukan

Pemerintah Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, China, mengumumkan Favipiravir sebagai obat antiviral pertama untuk pasien corona yang disetujui untuk diedarkan. Dokumen persetujuan dari Badan Produk Medis Nasional mengatakan perusahaan produsen obat Zhejiang Hisun Pharmaceutical sudah memenuhi syarat untuk memproduksi obat generik Favipiravir. Namun penelitian di bidang farmasi untuk mengatasi virus corona harus terus dilakukan.

Zhang Xinmin, kepala Departemen Bioteknologi Nasional di bawah Kementerian Sains dan Teknologi, mengatakan dalam uji coba terhadap pasien di Shenzhen, Provinsi Guangdong, obat itu menunjukkan hasil yang cukup memuaskan dalam melawan virus corona dan pasien dengan gejala ringan.

Fungsi Obat Favipiravir

Obat Favipiravir merupakan obat yang dibuat untuk mengobati influenza. Favipiravir menjadi salah satu obat untuk menghambat pertumbuhan dan penyebaran virus. Dikutip dari laman drugbank.ca, obat Favipiravir berbeda dengan obat anti influenza saat ini. Artinya, efek obat Favipiravir menargetkan virus influenza polimerase.

Obat ini pernah menyembuhkan penyakit influenza dan korban virus ebola. Kini, Favipiravir dipercaya bisa atasi virus corona.

Obat HIV dan Flu

Sebelum Favipiravir, peneliti juga menemukan obat untuk mengatasi corona, yakni dengan obat HIV dan Obat Influenza. China dan Thailand memakai obat untuk pengidap virus HIV sebagai penanganan sementara pasien yang terinfeksi virus corona. Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) mengatakan kombinasi obat lopinavir dan ritonavir yang dijual dengan merek Kaletra dari AbbVie, dipakai untuk menangani pasien yang terinfeksi virus corona.

Meski belum ditemukan obat yang efektif, NHC menyarankan pasien diberikan dua tablet lopinavir dan ritonavir dua kali sehari dan satu dosis alpha-interpheron lewat tindakan nebulisasi dua kali sehari.

Jurnal medis Lancet mengatakan uji coba medis memakai ritonavir dan lopinavir untuk menangani kasus virus corona sedang berjalan.

Wang Guangfa, ahli pernapasan dari Rumah Sakit Universitas Peking di Beijing yang terkena virus ini setelah mengunjungi Wuhan untuk memeriksa pasien terjangkit, mengatakan kepada China News Week pekan ini, dokter menyarankan dia meminum obat HIV untuk melawan virus corona dan berhasil untuk dirinya.

Lembaga pembuat aturan kesehatan di China juga menyarankan penggunaan obat HIV dari AbbVie Inc, Kaletra, sebagai obat antivirus untuk corona. Kaletra juga rencananya akan diujicobakan kepada manusia.

China Bikin Serum untuk Tangkal Virus Corona

China mulai melakukan uji coba medis obat untuk melawan virus corona. Obat Remdesivir buatan Gilead Sciences Inc yang ditujukan memerangi wabah penyakit menular seperti Ebola dan SARS, akan diuji coba oleh tim medis dari Rumah Sakit Persahabatan China-Jepang yang berbasis di Beijing.

Produsen obat seperti GlaxoSmithKline Plc. dan otoritas China kini berpacu dengan waktu membuat vaksin dan terapi untuk memerangi virus anyar yang sudah melebihi parahnya wabah SARS pada 2003.

Dalam pernyataannya pekan lalu, Gilead menuturkan, obat uji coba ini belum mendapat pengakuan oleh pihak pembuat aturan penggunaan obat di mana pun di dunia tapi kini sedang diberikan kepada sejumlah pasien untuk memerangi corona.(yaya)