RSUP H Adam Malik tolak permintaan maaf pelaku penyebar video hoaks virus corona

fokusmedan : Permintaan maaf yang disampaikan pelaku pembuat video hoaks virus corona (COVID-19) ditolak tegas oleh pihak Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM).

Kassubag Humas RSUPHAM Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, permintaan maaf tersebut dinilai tidak tepat, lantaran diutarakan oleh pria yang diketahui berinisial F hanya melalui video.

“Tegas kami menolak, karena permintaan maaf belum disampaikan dengan cara yang benar,” sebutnya kepada wartawan, Senin (27/2).

Ia menjelaskan, seharusnya pelaku penyebar video hoaks terkait pasien COVID-19 tersebut datang langsung ke RSUPHAM agar tidak menimbulkan polemik berkelanjutan dan demi kebaikan semua pihak.

“Terlebih lagi nama RS Adam Malik jelas sekali disebutkan dalam videonya. Semoga ini kita jadikan pembelajaran berharga bagi semua orang dan ke depannya kami harap masyarakat lebih bijak dalam mengolah informasi,” ujarnya.

Apabila yang bersangkutan meminta maaf secara langsung, lanjutnya, pihaknya akan menerimanya mengingat hal itu menandakan adanya itikad baik dari yang bersangkutan.

“Masa orang minta maaf nggak kita terima. Tapi untuk memastikan ini tidak terjadi lagi ke depannya, oleh siapapun, kami minta permintaan maaf juga harus disampaikan dengan cara yang benar,” tandasnya.

Dalam video permintaan maaf berdurasi 43 detik tersebut, pria yang diketahui berinisial F menyampaikan permintaan maaf terutama kepada semua pihak yang dirugikan antara lain Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan RSUPHAM.

“Dan kgususnya untuk ¬†masyarakat Sumatera Utara yang sudah menerima video saya,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Alwi Mujahit Hasibuan telah menerima permintaan maaf F ini. Namun ia berpesan dan mengingatkan F agar tidak mengulangi perbuatannya yang sama.

“Hal ini menjadi pembelajaran bagi siapa saja untuk tidak langsung percaya dengan informasi yang didapatkan. Harus dikroscek kebenarannya. Persoalan ini saya anggap selesai dan saya berharap kejadian ini terakhir terjadi,” tukasnya.

Alwi juga menegaskan kalau hingga saat ini belum ada ditemui satupun pasien positif virus Corona (COVID-19).(riz)