Dolar AS Tertekan, IHSG dan Rupiah Tetap di Zona Hijau

Pekerja melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta. Antara

Fokusmedan.com : Bursa saham Asia pada perdagangan pagi ini mayoritas bergerak di zona hijau, di tengah spekulasi bahwa The Federal Reserve berpeluang menurunkan suku bunga acuan setelah rilis data inflasi kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.924. Dengan minimnya sentimen pasar di akhir pekan, IHSG berpotensi mengikuti pergerakan bursa Asia dalam rentang 7.870–7.950.

Mata uang rupiah juga menguat pada sesi perdagangan hari ini, berada di level Rp16.100 per dolar AS.

Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menjelaskan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang turun mendekati 4,2% menjadi indikator sentimen negatif yang menekan kinerja dolar AS.

“Pelemahan imbal hasil US Treasury diikuti dengan turunnya indeks dolar ke level 97,64, sehingga memperburuk kinerja dolar AS pada hari ini,” ujar Benjamin.

Ia menambahkan, pasar keuangan domestik masih dipenuhi sentimen positif yang mampu menjaga IHSG dan rupiah di zona hijau.

Meski demikian, Benjamin mengingatkan penguatan tajam IHSG dalam beberapa waktu terakhir membuka peluang terjadinya koreksi teknikal.

Sementara itu, harga emas turut menguat setelah indeks dolar dan imbal hasil obligasi AS melemah. Emas kini diperdagangkan di level US$3.367 per ons troy, atau sekitar Rp1,75 juta per gram. (ram)