
Fokusmedan.com : Negosiasi tarif antara Amerika Serikat (AS) dan China kembali diperpanjang, menjadi salah satu sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan pasar keuangan hari ini. Pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi AS yang akan menjadi penentu arah pasar ke depan.
Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menyebut kesepakatan tarif yang kembali ditunda sementara ini masih menjadi kabar positif bagi pasar saham tanah air. “Indonesia dinilai diuntungkan dengan kebijakan tarif sebesar 19%, terutama jika dibandingkan dengan tarif yang diberlakukan terhadap negara lain,” ujarnya.
Pada sesi pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 7.667. Bursa saham di Asia secara umum bergerak mendatar pada perdagangan pagi.
Namun, berbeda dengan IHSG, nilai tukar Rupiah justru melemah ke posisi Rp16.290 per dolar AS. Menurut Gunawan, kekhawatiran pasar meningkat terkait potensi kenaikan laju inflasi AS. “Kenaikan inflasi AS bisa menjadi alasan bagi The Fed untuk kembali menunda penurunan suku bunga acuan,” jelasnya.
Tekanan pada Rupiah turut diperkuat oleh penguatan Indeks Dolar AS yang naik ke level 98,5. Hari ini, Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.250–Rp16.330 per dolar AS, sementara IHSG berpotensi diperdagangkan di rentang 7.600–7.700.
Di sisi lain, harga emas dunia melemah sebesar US$3.350 per ons troy, atau setara sekitar Rp1,76 juta per gram. (ng)
