
Fokusmedan.com : Data penjualan ritel AS pada bulan desember merealisasikan angka yang lebih rendah dibandingkan dengan ekspektasi maupun kinerja bulan sebelumnya. Data penjualan ritel secara bulanan hanya tumbuh 0.4%, yang menggambarkan bahwa perekonomian AS belum sepenuhnya ditopang oleh kinerja fundamental ekonomi yang membaik.
Mayoritas bursa di AS dan Asia melemah seiring dengan rilis data tersebut. Ditambah dengan minimnya sentimen pasar pada hari ini, pelaku pasar di tanah air akan lebih fokus pada realisasi kinerja pasar keuangan di kawasan Asia.
IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka menguat tipis di level 7.115. IHSG pada perdagangan hari ini diproyeksikan akan berada dalam rentang 7.050 hingga 7.130.
Di sisi lain, kinerja mata uang rupiah yang menguat di kisaran level 16.330 pada pada sesi perdagangan hari ini akan menjadi katalis positif bagi kinerja IHSG.
“Melemahnya imbal hasil US Treasury ditambah dengan memburuknya kinerja USD Index, akan menjadi katalis positif bagi kinerja mata uang Rupiah. Masih ada peluang dimana The FED lebih bersikap dovish setelah rilis data penjualan ritel yang melambat,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, Jumat (17/1).
Selain itu, pelaku pasar di Asia juga bisa diuntungkan dengan rilis data pertumbuhan ekonomi China yang membukukan pertumbuhan PDB sebesar 5%. Bukan hanya itu, China juga berencana untuk menggelontorkan stimulus yang bisa kabar baik bagi pasar keuangan di Asia hari ini.
Sementara itu, harga emas masih lanjutkan penguatan ke level $2.715 per ons troy. (ram)
