Cabai Merah Kembali Turun di Akhir Pekan

Harga sejumlah komoditas sayuran dan khususnya cabai merah mengalami penurunan. Ist

Fokusmedan.com : Harga cabai merah di akhir pekan bergerak turun seiring dengan meningkatnya sisi persediaan. Harga cabai merah ditransaksikan dalam rentang Rp25 ribu hingga Rp33 ribu per Kg di Medan dan Deliserdang, Langkat dan sekitarnya.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, untuk wilayah Sumut, sejumlah wilayah penyangga produksi cabai khususnya dari Batubara mulai memasuki musim panen besar di September. Produksi dari Batubara akan membuat permintaan cabai merah dari wilayah Riau bisa di atasi.

“Produksi dari wilayah Sumut lainnya seperti Kabupaten Karo juga akan mampu menyangga konsumsi masyarakat di wilayah perkotaan,” ujarnya, Minggu (1/9/2024).

Untuk harga cabai rawit yang belakangan ini berfluktuasi dan masih bertahan mahal diproyeksikan juga akan bergerak turun pada bulan September. Harga cabai rawit yang diakhir pekan ini (Minggu) berada dikisaran Rp48 hingga Rp55 ribu per Kg di Medan dan sekitarnya, punya peluang untuk turun dikisaran Rp35 ke Rp40 ribu per Kg.

Di wilayah Jawa, terjadi tren penurunan pada komoditas cabai rawit merah. Ada pengaruh secara tidak langsung terhadap potensi penurunan harga cabai rawit diwilayah Sumut. Selanjutnya harga daging ayam juga terpantau stabil kecenderungan turun. Ada penurunan sekitar Rp1.000 per Kg di akhir pekan ini. Harga daging ayam di Sumut sejauh ini bergerak dalam rentag Rp21 hingga Rp35 ribu per Kg.

Harga ayam juga masih rawan turun atau setidaknya bergerak stabil dengan kecenderungan turun di bulan September. Penurunan harga daging ayam akan tertahan oleh kenaikan harga pakan ternak. Di mana harga pakan ternak (jagung) mengalami kenaikan dari Rp4000-an per Kg, menjadi Rp5.000-an per Kg di akhir Agustus jelang awal September.

Dan cenderung bisa mengerek kenaikan harga telur ayam kedepan. Harga telur ayam belakangan ini sudah mengalami kenaikan Rp100 rupiah per butirnya.

Selain itu, harga beras berpeluang untuk bergerak dengan cenderung turun, minyak goreng juga berpotensi turun.

“Selebihnya harga komoditas pangan strategis berpeluang bergerak stabil, dengan fluktuasi harga yang terbatas,” pungkasnya. (ram)