
Fokusmedan.com : Direktur Secret Service Kimberly Cheatle mengundurkan diri sehari setelah dia dicecar anggota parlemen Amerika Serikat terkait peristiwa penembakan mantan presiden Donald Trump awal bulan ini.
Cheatle yang sudah menjabat sejak Agustus 2022 mengatakan insiden penembakan Trump itu adalah “kegagalan operasional paling besar” dalam beberapa dasawarsa terakhir.
“Sebagai direktur, saya mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan keamanan ini,” kata Cheatle dalam surat pengunduran dirinya, seperti dilansir BBC, Rabu (24/7).
Perempuan 53 tahun itu menuai kritik keras baik dari kubu Partai Demokrat dan Republik dan ditekan untuk mundur setelah sesi tanya jawab dengan anggota parlemen Senin lalu.
Para anggota parlemen terus mencecarnya ketika dia menolak menjelaskan tentang peristiwa penembakan Trump ketika berkampanye di Butler, Pennsylvania awal tahun ini.
Dalam surat pengunduran dirinya kemarin, Cheatle mengatakan dia selalu mengutamakan Secret Service dan “dengan berat hati” dia akhirnya memutuskan mundur.
“Saya tidak ingin seruan pengunduran diri saya menjadi gangguan dari kerja besar yang Anda semua lakukan untuk mencapai misi penting kami,” kata dia dalam suratnya kepada seluruh bawahannya.(yaya)
