Dua Pelaku Curanmor di Percut Sei Tuan Diamuk Massa, Satu Tewas

Dua pelaku Curanmor di Percut Sei Tuan diamuk massa, satu tewas. Ist

Fokusmedan.com : Dua pelaku pencurian sepedamotor (curanmor) di Jalan H Anif Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang diamuk massa, Senin (20/11).

Dalam kejadian itu, seorang pelaku berinisial RR (25) Jalan Depan Komplek Griya II, Helvetia tewas di tempat. Sedangkan seorang pelaku lagi, Wi (30) warga Jalan Bersama Gang Swadaya Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung sekarat.

Informasi yang dihimpun wartawan di lokasi, sebelum pencurian itu terjadi, korban Sakti Afriando Girsang (28) warga Jalan H Anif sedang memanaskan mesin sepedamotor Honda Vario warna Hitam BK 4454 AFL miliknya di depan rumah. Kemudian korban masuk ke dalam rumah untuk mengambil sesuatu.

Di saat bersamaan kedua pelaku yang berboncengan dengan sepedamotor Honda Vario warna hitam tanpa plat melintas di depan rumah korban dan melihat sepedamotor dalam keadaan mesin menyala. Pelaku kemudian menghentikan sepedamotornya. Pelaku yang duduk di posisi boncengan langsung turun dan menghampiri sepedamotor korban lalu melarikannya.

Namun aksi pelaku dipergoki seorang ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Dengan spontan IRT itu berteriak maling sehingg warga sekitar dan pengendara lainnya mengejar pelaku. Namun apes, karena gugup pelaku menabrak pengendara yang lain hingga tersungkur ke jalan bersama sepedamotornya.

Warga sekitar seketika itu juga menghakimi para pelaku hingga keduanya mengalami luka parah di sekujur tubuhnya. Namun massa terus menerus memukuli dan menendang kedua pelaku. Saat itu seorang pelaku berinisial RR tewas di tempat. Sedangkan pelaku Wi sekarat dan tidak sadarkan diri.

Tak lama berselang personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat informasi itu bergerak ke lokasi. Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan medis dan di visum.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan Iptu Japri Simamora ketika dikonfirmasi membenarkan jika seorang pelaku tewas akibat dihakimi massa.

“Saat pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan, pihak rumah sakit menyatakan RR sudah tidak bernyawa lagi. Kita masih menunggu pihak keluarga agar jenazah pelaku yang sudah di visum untuk dijemput supaya disemayamkan di rumah duka dan selanjutnya dimakamkan. Sedangkan pelaku Wi masih menjalani perawatan medis di rumah sakit,” ujarnya.

Korban sambungnya, tadi sudah membuat laporan terkait pencurian sepedamotor miliknya. “Sedangkan barang bukti 2 sepedamotor, 1 kunci leter Y, 2 anak kunci leter T, 1 dompet dan gunting milik pelaku sudah dibawa ke Mako untuk diamankan,” pungkasnya.

Saat kedua pelaku dihakimi massa, sejumlah warga mengabadikannya dengan kamera ponsel dan vidio tersebut disebarkan ke group-group WhatsApp.

Pantauan wartawan pada salah satu vidio yang berdurasi 51 detik itu, tampak seorang pelaku mengenakan baju kaos lengan panjang warna hijau serta celana panjang dan seorang pelaku lagi tidak memakai baju dan memakai celana panjang tergeletak di atas pasir. Kaki para pelaku diikat dengan tali.

Terlihat seorang pemuda memukul wajah pelaku yang memakai baju kaos warna hijau dan diduga sudah tidak sadarkan diri. Tak lama ada seorang ibu-ibu memegang selang dan langsung memukuli pelaku yang tak memakai baju hingga berulang-ulang. Pelaku tampak menangis sembari meminta ampun.

Pelaku berusaha menghindari pukulan itu, namun seorang warga memegang kedua tangan pelaku sehingga ibu itu dengan leluasa memukulinya dan warga lainnya menginjak-injak tubub pelaku. Saat itu pelaku satunya lagi tampak tidak bergerak lagi. Setelah itu massa membuka seluruh pakaian pelaku. (Rio)