Tren Penguatan pada IHSG Berlanjut, Sebaiknya Ambil Posisi Wait And See

Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di gedung Bursa Efek Indonesia. Antara

Fokusmedan.com : Pasar saham pada perdagangan di Asia, Rabu (11/1/2023) pagi dibuka menguat. Seakan mengabaikan beberapa agenda ekonomi penting yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Ditambah dengan masalah geopolitik di Timur Tengah, tren penguatan bursa saham di Asia pada pagi ini berpeluang diikuti dengan penguatan bursa di tanah air atau IHSG.

IHSG berpeluang menguat hingga ke level 6.970. IHSG pada sesi pembukaan perdagangan pagi ini dibuka melemah di level 6.917,06, meskipun sejauh ini masih ditransaksikan menguat.

Namun, kata Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, kita perlu berkaca kepada kinerja mata uang rupiah dan harga emas yang sempat menguat namun justru berbalik melemah pada perdagangan sore. Ada tekanan yang perlu diwaspadai yang bisa saja memicu tekanan serupa pada IHSG.

“Pelemahan mata uang rupiah maupun harga emas kemarin justru berbeda dengan indikator ekonomi lainnya seperti penurunan imbal hasil US Treasury, harga minyak yang terpantau stagnan, hingga USD Index yang terpantau mengalami penurunan. Ditambah lagi saat ini kita tengah menanti rilis data ekonomi AS dan FOMC minutes,” ujar Gunawan.

Kondisi itu pada dasarnya sangat berpeluang menjadi beban bagi kinerja pasar saham. Sehingga kenaikan kinerja indeks bursa saham saat ini memicu kekuatiran bahwa ada potensi terjadi aksi profit taking nantinya. Terlebih jika FOMC minutes justru masih memberikan nada hawkish, dan data yang disajikan mendukung kenaikan bunga acuan nantinya.

Dengan situasi geopolitik yang memburuk, maka ada potensi kombinasi sentimen negatif sangat potensial menekan kinerja saham.

“Saya merekomendasikan pelaku pasar sebaiknya wait and see terlebih dahulu. Keputusan investasi disituasi yang tengah tidak pasti menjelang akhir pekan berpeluang memicu tekanan, walaupun kita bisa saja beruntung seandainya agenda ekonomi penting di akhir pekan ini berbeda dengan yang diperkirakan,” tegasnya.

Untuk kinerja mata uang rupiah ditransaksikan dikisaran level yang relative sama dengan perdagangan sore sebelumnya. Mata uang rupiah masih ditransaksikan dikisaran level 15.730 per US Dolar, dengan potensi melemah ke 15.750 sangat terbuka.

Sementara itu, harga emas ditransaksikan dikisaran level $1.860 per ons troy. Membaik dibandingkan sesi perdagangan sore kemarin.(ng)