
Fokusmedan.com : Hujan deras disertai angin kencang menerjang Kota Makassar. Akibatnya 2.646 rumah warga di 15 kelurahan di tiga kecamatan terendam banjir.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny menyebut cuaca ekstrem yang terjadi tahun ini tidak lazim.
Dia mengatakan bencana banjir yang terjadi di Kota Makassar tahun ini merupakan terparah dibandingkan sebelumnya. Alasannya, dalam sebulan Makassar sudah dua kali dikepung banjir.
“Ini banjir yang kedua kalinya, sudah tak lazim ini. Daerah yang sebelumnya tidak pernah tergenang, tahun ini banjir bahkan warga harus diungsikan,” ujarnya kepada wartawan saat meninjau banjir di Kecamatan Manggala, Minggu (25/12).
Danny mengaku sudah memerintahkan seluruh perangkatnya, termasuk camat dan lurah untuk selalu ada di lapangan memantau warga terdampak banjir. Ia juga sudah meminta agar lurah bersama warganya mengidentifikasi saluran-saluran yang tersumbat.
“Harus sama-sama agar air tidak lagi terhambat dan bisa dialirkan agar tidak terjadi banjir,” tuturnya.
Terkait warga yang mengungsi, Danny memastikan kebutuhan sudah disiapkan. Ia mencontohkan kebutuhan untuk anak-anak, bayi, maupun orang lanjut usia (lansia) sudah disiapkan.
“Termasuk untuk kesehatan. Semua kita siapkan di titik-titik pengungsian,” ucapnya.
Sementara data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar ada 15 kelurahan di tiga kecamatan yang terendam banjir cukup parah. Setidaknya ada 2.646 rumah warga terendam dan 6.644 jiwa terdampak.(yaya)
