Pemangku Kepentingan Terkait Harus Kawal Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas

Edy Rahmayadi ikuti Diskusi Publik Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas.

Fokusmedan.com : Pendidikan berkualitas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pemangku kepentingan bidang pendidikan mulai dari dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru dan orang tua harus ikut mengawal komitmen peningkatan sebaran pendidikan berkualitas.

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan, kebutuhan dasar manusia terutama pendidikan dan kesehatan harus dipenuhi secara setara untuk masyarakat, baik di desa maupun di kota. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) terus berkomitmen melalui program strategi percepatan pelayanan dan kualitas pendidikan Sumut Bermartabat, yang akan menyetarakan kualitas pendidikan antara desa dan kota.

Lebih lanjut, Edy Rahmayadi mengatakan, tingkat urbanisasi di Sumut terus meningkat. Sejak tahun 2020 penduduk yang tinggal di kota masih 20% dan di desa 80%. Sedangkan pada tahun 2021, penduduk yang tinggal di kota mencapai 70% dan di desa hanya tinggal 30%.

“Ini membuktikan desa kurang produktif, sehingga penduduk desa mencari pendidikan dan kehidupan di kota,” ujarnya dalam Diskusi Publik bertajuk “Peningkatan Sebaran Pendidikan Berkualitas: Merumuskan Konsensus Pemerintah, Sekolah, dan Guru di Provinsi Sumatera Utara” yang digelar Synergy Policies dan didukung Tanoto Foundation, Kamis (17/11).

Karenanya, Edy meminta, perhatian Bupati/Walikota dan semua stakeholder bersama-sama membangun desa dan memantapkan sarana dan prasarana termasuk kualitas pendidikan mulai pendidikan dasar sampai pendidikan menengah.

Direktur Utama Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja mengatakan, untuk mewujudkan ide-ide yang dibicarakan di Focus Group Discussion (FGD) tanggal 16 November 2022 dan Diskusi Publik 17 November 2022 menjadi kenyataan. Mereka yang menjadi pemangku kepentingan mau tidak mau harus saling berkomunikasi secara intensif.

“Kami gembira Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara berkomitmen untuk memfasilitasi perluasan akses sarana prasarana yang menunjang kualitas pendidikan, seperti akses e-library untuk seluruh sekolah, perbaikan ekosistem sekolah untuk implementasi Kurikulum Merdeka, dan pemberian fasilitas penunjang kegiatan pelatihan bagi para guru,” ujarnya.

Lebih lanjut, komitmen dari para peserta Diskusi Publik sekaligus menjawab keprihatinan yang muncul seputar pengelolaan dana BOS dan anggaran pendidikan yang selama ini dianggap belum tepat sasaran.
CEO Global Tanoto Foundation, Dr. J. Satrijo Tanudjojo menyambut baik kehadiran pemangku kepentingan kunci bidang pendidikan yang mampu mendorong lahirnya komitmen bersama tersebut.

“Hadirnya Bapak Gubernur menunjukkan komitmen Sumatera Utara untuk meningkatkan sebaran pendidikan berkualitas,” ungkapnya.

Hadir dalam Dialog Interaktif ini Bupati Batubara Zahir, Bupati Asahan Surya, dan Walikota Pematangsiantar Susanti Dewayanti. Selaku narasumber Kepala Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Sumut Irwan Safii, Kepala Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sumut Joko Ahmad Julifan. (ng)