AS Masuk Jurang Resesi, Bursa Saham Global “Kebakaran”

Ilustrasi kinerja pasar saham. Ist

Fokusmedan.com : Kinerja bursa saham global baik di Eropa, Amerika dan Asia tanpa terkecuali IHSG diperdagangkan di zona merah pada perdagangan akhir pekan ini. Rilis data PDB kuartal kedua AS yang membukukan pertumbuhan minus 0.6%, setelah pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama AS yang juga membukukan kinerja negatif 1.6%.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, ekonomi yang berkontraksi selama dua kuartal secara berturut-turut didefinisikan sebagai ekonomi yang masuk dalam resesi.

Sementara itu, stance kebijakan Bank Sentral AS atau The FED yang masih akan menaikkan besaran bunga acuannya guna meredam inflasi, juga turut memperburuk kinerja ekonomi AS kedepan. Sejatinya kenaikan bunga acuan akan menekan pertumbuhan ekonomi.

Sementara AS sendiri sudah masuk dalam pertumbuhan ekonomi negatif, kenaikan bunga acuan di masa yang akan datang jelas akan membuat ekonomi AS kian sulit untuk keluar dari resesi.

“Dan AS diperkirakan tidak akan sendiri. Negara di Eropa, Inggris, hingga China dan banyak Negara lainnya juga diperkirakan akan mengalami nasib serupa. Seiring dengan memburuknya kinerja ekonomi global belakangan ini,” ujarnya, Jumat (30/9/2022).

IHSG di akhir pekan ditutup naik 0.065% di level 7.040,80. IHSG sempat melemah namun pelemahan kinerja IHSG sebelumnya juga tidak sendirian, sejumlah bursa di asia juga diperdagangkan di zona merah, meskipun IHSG mampu berbalik arah.

Nasib IHSG yang sempat turun dibawah level psikologis 7.000 memberikan indikasi kuat bahwa secara teknikal IHSG masih berpeluang untuk mengalami penurunan. Meskipun selama sesi perdagangan hari ini IHSG terpantau mencoba untuk mengurangi kerugiannya, dan berbalik menlewati level psikologis 7.000.

Di sisi lain, kinerja yang sedikit berbeda ditunjukan oleh mata uang rupiah. Di akhir pekan ini rupiah ditransaksikan dikisaran level 15.251 per dolar AS. Mengalami pelemahan dibandingkan dengan kinerjanya di akhir pekan sebelumnya di mana rupiah sempat ditransaksikan di kisaran level 15.055 per dolar AS. Kinerja mata uang rupiah bahkan sempat menyentuh 15.300 selama sepekan ini.

Rupiah sempat menguat seiring dengan penurunan kinerja US Dolar index yang turun dari kisaran level 114 menjadi 112-an sejauh ini. Penurunan index US Dolar tersebut juga membuat harga emas kembali berbalik setelah sebelumnya melemah dan mencoba menekati level psikologis $1.600 per ons troy. Harga emas dunia saat ini ditransaksikan dikisaran $1.671 per ons troy, atau sekitar 822 ribu per gramnya. (ng)