
Fokusmedan.com : Kepala BKKBN Hasto Wardoyo meminta penyuluh KB meningkatkan layanan bagi akseptor persalinan karena dinilai efektif untuk menurunkan prevalensi stunting.
“Bila pasca bersalin tidak KB, maka sangat sulit menurunkan stunting,” sebutnya kepada wartawan, Rabu (7/7/2022).
Ia menjelaskan, menurunkan stunting dengan grebek pasca persalinan baru akan tercapai. Artinya unmet neednya turun, akseptor barunya ada juga, stuntingnya turun.
Terlebih lagi, lebih mudah mengajak ibu pasca bersalin untuk memasang kontrasepsi, karena secara psikologis seorang ibu yang baru melahirkan tidak ingin langsung punya anak lagi.
Melalui komunikasi yang baik diharapkan dapt menjadi pintu gerbang bagi BKKBN untuk mensukseskan program Bangga Kencana.
Sementara itu, Walikota Medan Bobby Nasution mengaku terpacu menurunkan pravelensi stunting di wilayahnya setelah Kota Medan dipercaya menjadi tuan rumah Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 29. Hal tersebut disampaikan Bobby dalam Webinar Penguatan Kelembagaan dan koordinasi Antar Organisasi Perangkat Daerah se Sumatera, terkait percepatan penurunan stunting, sebagai rangkaian dari acara puncak Harganas Ke 29.
“Penurunan stunting sendiri penting untuk menghindari dampak jangka panjang yang dapat merugikan, seperti terhambatnya tumbuh kembang anak dan juga mempengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal,” katanya.
Menurut Bobby, jumlah anak stunting yang saat ini tercatat di Kota Medan sebanyak 550 balita, yang 20 persen di antaranya adalah bayi di atas dua tahun. Dia menjelaskan, Pemko Medan sendiri pada tahun 2022 ini telah membuat 15 program dan 16 kegiatan serta 29 sub kegiatan yang dilakukan oleh 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan menggelontorkan anggaran senilai Rp198 miliar untuk menurunkan angka stunting.
“Besar harapan Harganas ini jadi wadah bagi kita untuk saling belajar dan aplikasikan kegiatan yang tepat guna untuk turunkan angka stunting, baik di Kota Medan atau wilayah seluruh nusantara,” tandasnya. (riz)
