
Fokusmedan.com : Polisi menangkap dua anggota motor yang secara membabi buta membacok AT seorang remaja berusia 19 tahun di Pasar 10 Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan.
Kedua anggota geng motor yakni DD (18) dan NA alias Mamek (19) keduanya warga Percut Sei Tuan, kini meringkuk di balik jeruji besi Polrestabes Medan dan terpaksa merayakan Hari Raya Lebaran di penjara.
“Iya kita menangkap dua orang anggota geng motor yang menganiaya korbannya menggunakan senjata tajam di Tembung,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa ketika dikonfirmasi, Sabtu (30/4/2022) sore.
Ia mengatakan dua anggota geng motor yang membacok korban ini diamankan ketika Tim Premanisme Satreskrim Polrestabes Medan melakukan Operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
“Dari pelaku diamankan sejumlah barang bukti berupa 1 buah rantai besi, 1 buah baju, 2 unit Handpohone Android, 1 bilah Sajam jenis Samurai,”ungkapnya.
Kasat menegaskan tidak ada tempat bagi segala bentuk para pelaku premanisme maupun geng motor di wilayah hukum Polrestabes Medan.
“Hentikan segera, segala bentuk perbuatan premanisme dan geng motor. Kami akan tindakan tegas tanpa pandang bulu demi menciptakan kota Medan yang dan tentram,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, kawanan geng motor kembali membuat onar meresahkan masyarakat. Kali ini seorang pemuda AT (19) menjadi sasaran amuk geng motor.
Korban dibacok oleh gerombolan geng motor yang tiba-tiba saja membacoknya di Pasar 10 Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan. Akibat penganiayaan ini korban terkapar bersimbah darah, bagian tangan dan telinganya nyaris putus terkena sabetan senjata tajam.
“Saat itu (Minggu, 13 Maret 2022) adik saya sedang nongkrong main gitar dengan teman-temannya di Pasar 10 Tembung,” ujar Fitri Anisa (28) kakak korban ketika dikonfirmasi, Jumat (18/3/2022) sore.
Ia mengatakan begitu kawanan geng motor yang datang membawa senjata tajam menyerang, adiknya bersama teman-temannya langsung kabur hobar-habir menyelamatkan diri.
“Adik saya paling belakang larinya, jadi dia yang dapat. Korban juga tidak tahu mengapa dia diserang, tidak ada masalah,” kata Fitri.
Sejurus kemudian, geng motor yang berjumlah sekitar 20 orang menyergap korban dan mengayunkan senjata tajam ke arah badan korban yang merupakan warga Jalan Karya Kesuma Desa Bandar Klippa Kecamatan Percut Sei Tuan ini.
“Kena tangannya, sama telinganya,” ungkapnya.
(Rio)
