
Fokusmedan.com : Kolesterol yang tinggi bisa menyebabkan banyak penyakit seperti jantung koroner, stroke, hingga penyumbatan pembuluh darah. Di bulan puasa, banyak orang yang terkadang tidak menjaga asupan makanan karena tersaji banyak makanan enak.
“Padahal saat berpuasa, banyak orang yang cenderung mengurangi aktivitas fisik karena khawatir membatalkan ibadah puasa. Hal ini menimbulkan risiko “sedentary lifestyle” yaitu gaya hidup yang minim aktivitas fisik,” beber dr Sheena Angelia, MGizi, SpGK dilansir detikcom, Senin (28/3/2022).
Sebagai dokter spesialis gizi klinis di RS Siloam Kebon Jeruk, ia mengatakan tanpa disadari, masyarakat suka berbuka puasa dengan makanan yang mengandung kolesterol tinggi, seperti daging berlemak, jeroan, junk food, atau makanan bersantan.
“Seperti makanan atau minuman bersantan, gorengan, sebagai reward setelah berpuasa selama belasan jam. Alhasil, kadar kolesterol jahat dalam tubuh pun meningkat,” tambahnya.
Kolesterol sebenarnya ada di setiap tubuh manusia. Namun, jika kolesterol dalam tubuh terlalu banyak bisa berdampak pada penyumbatan darah, penyakit jantung, dan hipertensi.
“Biasanya muncul berbagai gejala tidak nyaman seperti Sering sakit kepala, tengkuk hingga bahu terasa pegal dan kaku, nyeri pada persendian, munculnya benjolan pada tendon persendian, dan gumpalan-gumpalan seperti jerawat di bawah kelopak mata,” papar dr Sheena lebih jauh.
Cara mencegah kolesterol meningkat saat puasa adalah dengan menghindari makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh, melakukan olahraga selama 15-30 menit.
“Cara terbaik menangani kemungkinan peningkatan kadar kolesterol adalah dengan medical check-up secara rutin. Sehingga ketika kadar kolesterol di dalam tubuh meningkat, kita bisa segera mendeteksi,” tutup dr Sheena.(ng)
