Pasien Terinfeksi “Jamur Kuning” Bersama dengan “Jamur Hitam” Ditemukan di India

Ilustrasi pasien Covid-19 di India. Reuters

Fokusmedan.com : Ditemukan pasien dengan “jamur kuning” di India, ketika otoritas sedang berusaha mengatasi Murcormycosis atau “jamur hitam” yang meningkat. Sejauh ini sifat dan patologi penyakit belum dapat dikonfirmasi oleh ahli kesehatan masyarakat atau pemerintah.

Menurut laporan IANS, spesialis THT, BP Tyagi melaporkan bahwa ada pasien yang terinfeksi “jamur kuning” di rumah sakit dan sedang menjalani perawatan.

Melansir Economic Times pada Senin (24/5/2021), pasien berusia 45 tahun, bernama Sanjay Nagar di Rumah Sakit Harsh, Ghaziabad, yang menderita “jamur kuning”, yang seperti jamur hitam dan jamur putih.

Profesor Tyagi berkata, “Seorang pasien saya, yang dites awal terlihat normal, tapi setelah dilakukan penyelidikan lagi, saya baru tahu bahwa dia menderita jamur hitam, jamur putih, serta jamur kuning.”

“Jamur itu ditemukan pada reptil. Saya melihat penyakit ini untuk pertama kainya,”.

“Suntikan amfoterisin B digunakan untuk mengobati penyakit ini. Butuh waktu lama untuk sembuh. Kondisi pasien ini belum bisa dikatakan sangat baik, dia masih menjalani proses pengobatan,” lanjutnya.

Menurut Tyagi, sejauh ini gejala dari penyakit ini adalah lesu atau lelah dalam tubuh, nafsu makan berkurang, sehingga berat tubuh menurun. Luka di tubuh juga sembuh dengan lambat.

Kebersihan sangat penting untuk menghindari penyakit ini, karena infeksi bermula dari kebersihan yang buruk.

“Semakin Anda menjaga kebersihan di sekitar Anda, semakin Anda bisa tetap aman dari penyakit ini”.

Menurut putra pasien Abhishek, “Ayahnya sedang menjalani pengobatan virus corona dan sembuh dengan baik. Dalam 2-3 hari terakhir, matanya mulai bengkak dan tiba-tiba tertutup semua. Mengalami mimisan dan urin
bocor.”

Menurut laporan PTI, para ahli di Karnataka sekarang akan mempelajari apakah peningkatan “jamur hitam” atau Mucormycosis terkait dengan penggunaan oksigen industri dan kemungkinan kontaminasi.

India mencatat sekitar 700 kasus infeksi jamur hitam dalam sepekan terakhir.

Wakil Menteri Karnataka CN Ashwath Narayan memerintahkan para pakar untuk menemukan sumbernya, serta kaitannya dengan pasokan oksigen, kualitas pipa, dan silinder yang digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19.

Negara bagian di India ini pernah mencatat sekitar 100 kasus jamur hitam setahun sebelumnya, tetapi Karnataka mencatat sekitar 700 kasus dalam sepekan terakhir.
Narayan juga mengungkapkan bahwa lonjakan kasus infeksi jamur tersebut menyebabkan kecemasan.

Selain itu, kasus jamur hitam tidak terlihat di negara lain yang terkena Covid-19, tetapi hanya terjadi di India, katanya.(ng)

Sumber : Kompas.com