SPHP Tetap Jalan, Harga Beras Stabil dan Pembelian Dibatasi

SPHP tetap jalan, harga beras stabil dan pembelian dibatasi.

Fokusmedan.com : Program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dipastikan tetap berjalan dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah juga mempertahankan batas pembelian maksimal 25 kilogram per konsumen guna mencegah praktik penimbunan dan penjualan ulang.

Saat meninjau Gudang Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026), Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan harga beras SPHP tidak mengalami kenaikan dan tetap menjadi instrumen penyeimbang di pasar.

“SPHP tidak naik. Ini untuk menjaga harga tetap stabil,” ujarnya.

Realisasi penyaluran beras SPHP menunjukkan tren positif. Sepanjang Maret 2026 tercatat 70,01 ribu ton, sementara hingga 23 April mencapai 69,85 ribu ton atau hampir menyamai capaian bulan sebelumnya.

Pemerintah juga mengantisipasi kendala kemasan dengan memanfaatkan stok lama Bulog, dengan syarat informasi produk tetap sesuai dan diawasi ketat.

Terkait pembatasan pembelian, Amran menegaskan aturan tersebut bertujuan mencegah penyalahgunaan, seperti pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali.

“Ini subsidi pemerintah. Kalau tidak dibatasi, bisa diborong lalu dijual ulang,” katanya.

Aturan terbaru menetapkan masyarakat dapat membeli maksimal 5 kemasan ukuran 5 kg atau 2 kemasan ukuran 2 kg. Beras SPHP yang dibeli dilarang diperjualbelikan kembali.

Tahun ini, target penyaluran SPHP mencapai 828 ribu ton dengan anggaran subsidi Rp4,97 triliun. Distribusi difokuskan ke daerah non-sentra produksi dan wilayah yang tidak sedang panen.

Amran juga memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Ia menyebut inflasi beras kini lebih terkendali dan bukan lagi penyumbang utama inflasi.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan inflasi beras semakin rendah. Pada 2026, inflasi bulanan tertinggi hanya 0,65 persen, jauh di bawah tahun-tahun sebelumnya. (ram)