Penerus Legenda Sumut Warnai Debut Kelas Pembinaan AHDC

Penerus legenda Sumut warnai debut kelas pembinaan AHDC.

Fokusmedan.com : Arena balap Sumatera Utara kembali menggeliat dengan hadirnya para talenta muda yang muncul dari kelas pembinaan usia dini. Dalam gelaran Astra Honda Dream Cup (AHDC), dua nama mencuri perhatian publik: Yigit Shakil Athar (Junior The Red) dan Bara Gaung Buana putra dari legenda balap Sumatera Utara, Syabra Buana.

Berkat kelas AHDC pembinaan usia dini, keduanya mendapat kesempatan penting: menjajal lintasan berstandar nasional untuk pertama kalinya. Tekanan tinggi, tikungan tajam, dan atmosfer persaingan sesungguhnya menjadi pengalaman awal yang akan menjadi fondasi karier panjang mereka di dunia balap.

Nama Yigit tak bisa dilepaskan dari figur ayahnya, Eko Rianto, ikon Honda tahun 2013 yang dikenal dengan julukan The Red. Tahun ini, Eko kembali hadir di paddock—bukan sebagai pebalap tunggal, melainkan sebagai mentor dan ayah yang mendampingi generasi penerusnya. Kehadirannya menghidupkan nostalgia masa kejayaan Honda sekaligus menjadi penyemangat bagi Yigit yang tampil penuh percaya diri.

Dari sisi lain lintasan, nama Bara juga membawa beban kebanggaan tersendiri. Sebagai putra dari Syabra Buana, sosok yang pernah mendominasi sirkuit-sirkuit Sumatera Utara kehadiran Bara Gaung di AHDC ibarat lembaran baru dalam buku sejarah keluarga mereka. Penonton dan komunitas balap lokal menyambut hangat kehadirannya, melihat Bara sebagai potensi baru yang mungkin mengulang kejayaan ayahnya di masa lalu.

Kelas pembinaan yang digelar Honda kembali membuktikan efektivitasnya. Melalui dukungan terstruktur mulai dari kelas balap pembinaan daerah dan nasional termasuk seperti Honda Racing School, para peserta usia belia berkesempatan dipersiapkan dengan pelatihan teknik, mental, disiplin, hingga etika balap profesional.

Yigit dan Bara adalah wujud konkret keberhasilan jalur pembibitan ini. Dalam usia belasan, mereka sudah mendapat wadah mencicipi atmosfer kompetisi standar nasional sebuah hal yang dulu hanya menjadi impian bagi banyak pebalap era sebelumnya. Kini, mimpi itu lebih dekat, lebih nyata, dan lebih terarah.

“Perjalanan ini masih sangat panjang, tapi permulaan mereka sudah tepat,” ujar Gunarko Hartoyo, Corporate and Marketing Communication Manager PT Indako Trading Coy.

“Dengan disiplin dan ekosistem yang ada, mimpi menuju panggung internasional bukan lagi sekadar wacana.”

Kehadiran mereka menjadi kebanggaan warga Sumatera Utara, keduanya langsung naik poin juara walaupun perdana tampil yigit berhasil tampil sebagai juara 3 AHDC 3 – Honda Sonic 15R/ Supra GTR150 Standard Beginner (U13) sementara itu Bara tampil sebagai juara 3 kelas AHDC 10 – Honda Sonic 150R/Supra GTR150 Standard Lokal Sumut.

Gelombang baru pebalap muda Sumut kembali bangkit. Nama-nama seperti Yigit dan Bara menjadi bukti bahwa Honda menjadi salah satu pemberi gairah balap bersinar di tingkat dunia melalui program yang terarah menjawab mimpi pembalap Indonesia. (yaya)