
fokusmedan : Kebakaran maut terjadi di gudang penyimpanan gas elpiji di Jalan Panyabungan No.3 Kelurahan Timbang Gayung Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu (26/9/2020) malam.
Lima orang dilaporkan tewas dengan kondisi terpanggang. Kempat korban ditemukan dilantai dua dan satu korban lagi ditemukan di kamar mandi belakang di lantai satu.
Informasi dihimpun, peristiwa kebakaran tersebut diduga api berasal dari rumah Hendra. Api dengan cepat membesar dan membakar barang yanga ada di dalam gudang. Sempat terdengar beberapa kali ledakan.
Warga yang melihat kejadian itu menghuhungi petugas pemadam kebakaran.Tak beberapa lama mobil dinas pemadam kebakaran dari Pemko Siantar dan PT STTC tiba di lokasi.
Namun mobil pemadam kebakaran kesulitan menuju titik api karena warga banyak berkumpul disekitar lokasi kebakaran
Meski malam itu hujan turun namun petugas berupaya melakukan pemadaman api. Tidak berapa lama api dapat dijinakkàn.
Akibat kebakaran itu, dua unit mobil, sepeda motor dan ratusan tabung gas ludes terbakar dan hanya tinggal puing-puing.
“Aku mendengar ada ledakan beberapa kali di rumah itu pak,” sebut beberapa warga yang saat itu menyaksikan kejadian tersebut.
Menurut warga mereka sempat mengungsi untuk mengamankan diri karena takut api menjalar ke rumah warga lainnya.
Hendra selaku pemilik gudang UD Jaya Baru saat dihubungi mengatakan begitu sampai di lokasi, gudang sudah ludes terbakar. “Saya tidak dapat berbuat apa-apa karena api sudah marak,” ujar Hendra dengan nada pasrah
Pantuan dilokasi, usai kebakaran, pihak Kepolisian dan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kota Pematangsiantar melakukan evakuasi korban kebakaran ke Rumah Sakit Dr Djasamen Saragih. Lokasi kebakaran dipasang garis polisi.
Sementara Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy SB Siregar yang dikonfirmasi terkait dengan peristiwa kebakaran tersebut mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran.
Hendra saat dijumpai di Yayasan Bakti Kesejahteraan Sosial Balai Persemayaman Jalan Cokroaminoto Pematangsiantar, Minggu (27/09/2020) pagi mengatakan saat kebakaran dirinya lagi di luar.
“Ada yang menghubungi saya gudang terbakar. Saya berbegas ke lokasi. Tapi api masih marak dàn saya dilarang petugas dan warga masuk ke dalam,” ujarnya.
Disebutkannya, Aminuddin alias Ameng ayahnya dan Yanti istrinya masih disemayamkan di Balai Sosial Persemayaman. Sementara untuk ketiga anaknya direncanakan hari ini dikremasi.
(Rio)
