Workshop Bambu Dunia Digelar di Orangutan Haven, Perkuat Posisi Sumut di Arsitektur Berkelanjutan Global

Orangutan Haven berkolaborasi dengan Giant Grass dan Ecolodge Bukit Lawang menggelar Bamboo Unboxed Workshop 2026.

Fokusmedan.com : Sumatera Utara kembali menjadi sorotan dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan melalui penyelenggaraan Bamboo Unboxed Workshop 2026 di Orangutan Haven. Kegiatan yang berlangsung pada 6–11 April ini sukses digelar berkat kolaborasi dengan Giant Grass dan Ecolodge Bukit Lawang.

Tahun ini menjadi tonggak penting, karena workshop tersebut resmi diakui sebagai Pelatihan Bersertifikat Bambu Dunia oleh World Bamboo Organization (WBO). Pengakuan ini sekaligus memperkuat posisi Sumatera Utara dalam gerakan arsitektur berkelanjutan di tingkat global.

Marketing & Comms Manager Orangutan Haven, Maria Suhatri, mengatakan pencapaian tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan konsep pembangunan yang ramah lingkungan.

“Workshop ini tidak hanya memperkuat posisi Sumatera Utara di kancah global, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara konservasi dan inovasi arsitektur berbasis bambu,” ujarnya melalui keterangan,  Kamis (23/4/2026).

Selain dikenal sebagai rumah bagi orangutan yang tidak dapat dilepasliarkan, Orangutan Haven kini berkembang sebagai laboratorium hidup untuk arsitektur regeneratif. Setiap konstruksi dirancang tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan, tetapi juga berkontribusi pada pemulihan ekosistem sekitar.

Program intensif selama enam hari ini diikuti peserta dari berbagai negara seperti Filipina, Austria, Jerman, dan Prancis, serta peserta lokal dari Medan. Mereka berasal dari kalangan arsitek, desainer, mahasiswa hingga tenaga ahli konstruksi.

Peserta mendapat bimbingan langsung dari pakar bambu dunia seperti Munir Vahanvati dan Gilbert Anton Murrer, serta pembicara tamu Jörg Stamm dan Dr. Ian Singleton. Mereka diajak memahami seluruh siklus pembangunan regeneratif, mulai dari teori hingga praktik lapangan.

Materi yang diberikan meliputi pemilihan bambu berkelanjutan, teknik pengawetan, hingga rekayasa struktur dengan bentuk geometris kompleks untuk menjamin kekuatan bangunan jangka panjang. Dalam praktiknya, peserta juga berhasil membangun dua struktur utama, yakni instalasi berbentuk torus dan struktur lengkungan bongkar-pasang.

Keberhasilan workshop tahun 2025 dan 2026 semakin mengukuhkan kegiatan ini sebagai agenda tahunan penting bagi para pelaku pembangunan berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami ingin menjembatani pelestarian satwa liar dengan inovasi manusia, sehingga keduanya dapat berjalan beriringan,” kata Maria.

Orangutan Haven memastikan Bamboo Unboxed Workshop akan kembali digelar pada 19–24 April 2027, sekaligus membuka peluang bagi profesional maupun masyarakat umum untuk terlibat dalam upaya pemulihan ekologi melalui pendekatan arsitektur berkelanjutan. (ng)