
Fokusmedan.com : Fluktuasi pasokan bahan baku plastik mulai berdampak pada harga pangan, terutama gula konsumsi. Kenaikan harga plastik yang digunakan sebagai kemasan mendorong naiknya Indeks Perkembangan Harga (IPH) di berbagai daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH gula meningkat dari 153 kabupaten/kota pada minggu kedua April menjadi 171 daerah pada minggu ketiga April.
“Pendorongnya salah satunya dari kenaikan harga plastik sebagai bahan kemasan gula,” ujar Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono.
Dari 171 daerah tersebut, sebanyak 135 kabupaten/kota tercatat mengalami kenaikan harga di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), atau sekitar 38,7 persen dari wilayah yang dipantau.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), I Gusti Ketut Astawa, memastikan pemerintah tengah mencari solusi atas keterbatasan bahan baku plastik, termasuk membuka peluang impor dari negara produsen minyak.
Menurutnya, kenaikan harga plastik memang berdampak pada biaya produksi pangan. Secara kasar, dampaknya diperkirakan sekitar Rp300 per kg untuk beras dan Rp100–Rp150 per kg untuk gula.
Meski demikian, kenaikan harga gula nasional masih tergolong terkendali, dengan rata-rata naik sekitar 1,94 persen dalam sebulan terakhir menjadi Rp18.770 per kg per 20 April.
Ke depan, peningkatan produksi gula dalam negeri yang diproyeksikan naik signifikan pada April–Mei diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga. (ram)
