
Fokusmedan.com : Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menyebut harga minyak mentah dunia kembali menguat seiring meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, harga minyak jenis WTI sempat turun hingga ke level US$84 per barel setelah Selat Hormuz kembali dibuka oleh Iran. Namun, kebijakan tersebut hanya berlangsung singkat sebagai respons terhadap sikap Amerika Serikat yang dinilai masih melakukan blokade.
Ketegangan kembali meningkat setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz, bahkan dilaporkan sempat terjadi serangan terhadap kapal niaga milik India. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi.
Pada perdagangan hari ini, Iran juga dilaporkan membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai dengan Amerika Serikat. Pasar pun merespons negatif perkembangan tersebut.
Harga minyak kembali naik, dengan WTI diperdagangkan di kisaran US$88,5 per barel, sementara Brent berada di level US$94,7 per barel.
Di sisi lain, mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan pagi bergerak di zona hijau. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di level 7.663 pada awal pekan, meski sempat bergerak fluktuatif di zona merah.
Penguatan nilai tukar rupiah dikisaran Rp17.165 per dolar AS dinilai berpotensi menjadi katalis positif bagi IHSG. Selain itu, sentimen positif dari bursa saham Asia turut membuka peluang penguatan pasar saham domestik.
Sementara itu, harga emas dunia juga mengalami kenaikan dan diperdagangkan di level US$4.800 per ons troy. Harga emas bahkan sempat menyentuh US$4.830 pada akhir pekan lalu saat harga minyak mengalami penurunan tajam.
Saat ini, harga emas di pasar domestik berada di kisaran Rp2,66 juta per gram, mencerminkan tingginya permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian global. (ram)
