
Fokusmedan.com : Kinerja nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari ini mengalami pelemahan ke level Rp17.085 per dolar AS.
Sepanjang sesi perdagangan, Rupiah sempat tertekan hingga menyentuh level Rp17.120 per dolar AS sebelum akhirnya memangkas kerugian. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif eksternal yang masih mendominasi pasar.
Menurut Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, meningkatnya tensi geopolitik global menjadi salah satu faktor utama yang menekan Rupiah terhadap dolar AS. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati sentimen domestik, terutama terkait potensi pelebaran defisit anggaran di tengah kebijakan pemerintah yang menahan kenaikan harga BBM, meskipun harga minyak mentah dunia melonjak.
Sementara itu, pasar saham domestik menunjukkan kinerja berbeda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07 persen ke level 7.458,496. Sejumlah saham unggulan yang mencatatkan kenaikan di antaranya BBRI, BBCA, CUAN, BMRI, hingga PTRO.
Penguatan IHSG terjadi meskipun pasar masih dibayangi potensi konflik geopolitik. Sentimen positif datang dari rencana Washington untuk kembali membuka dialog terkait upaya gencatan senjata dengan Lebanon.
Di pasar komoditas, harga emas dunia tercatat sedikit melemah ke level 4.748 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp2,62 juta per gram. Pelemahan ini terjadi setelah sebelumnya harga emas mengalami penguatan signifikan.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia mulai bergerak naik dan kembali mendekati level psikologis 100 dolar AS per barel. Saat ini, harga minyak diperdagangkan di kisaran 96 hingga 98 dolar AS per barel. (ram)
