
Fokusmedan.com : Realisasi APBN di Sumatera Utara hingga 28 Februari 2026 menunjukkan kinerja positif. Pendapatan negara tercatat Rp3,84 triliun atau tumbuh 27,97 persen (yoy), sedangkan belanja negara mencapai Rp12,78 triliun atau naik 42,61 persen.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sumut, Rudy Rahmaddi, menyampaikan pertumbuhan ini ditopang optimalnya serapan belanja serta peningkatan penerimaan negara.
Belanja pemerintah pusat terealisasi Rp2,03 triliun atau 9,38 persen dari pagu, didominasi belanja pegawai Rp1,51 triliun dan belanja barang Rp446,05 miliar. Sementara belanja modal mencapai Rp73,15 miliar, meningkat signifikan dibanding tahun lalu.
Di sisi lain, penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) mencapai Rp10,75 triliun atau 26,20 persen dari pagu, tumbuh 47,34 persen. Dana ini didominasi Dana Alokasi Umum (DAU), serta DAK Non-Fisik, Dana Bagi Hasil, dan Dana Desa.
Dukungan pembiayaan UMKM juga terus berlanjut. Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp2,24 triliun kepada lebih dari 38 ribu debitur, sedangkan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp302,44 miliar kepada 44 ribu debitur.
Dari sisi penerimaan, pajak tercatat Rp2,9 triliun atau tumbuh 33 persen. Sementara itu, kepabeanan dan cukai mencapai Rp439,52 miliar dan PNBP sebesar Rp469,89 miliar.
Secara keseluruhan, kinerja ini mencerminkan pengelolaan fiskal yang tetap terjaga dan mampu mendorong aktivitas ekonomi di Sumatera Utara. (ng)
