Pemerintah Gelar Sidang Isbat Lebaran 2026 Malam Ini, Ini Prediksi dan Perbedaan Penetapan

Pengamatan hilal menggunakan teleskop saat matahari terbenam sebagai bagian dari penentuan awal bulan Hijriah.

Fokusmedan.com : Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 pada Kamis (19/3/2026). Sidang berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

Berdasarkan informasi dari Bimas Islam Kemenag, hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers penetapan 1 Syawal 1447 H pada pukul 19.25 WIB. Masyarakat dapat mengikuti pengumuman tersebut secara langsung melalui kanal YouTube Bimas Islam TV, Kemenag RI, serta media sosial TikTok dan Instagram Bimas Islam.

Sementara itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025. Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah menetapkan Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Di sisi lain, peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi Idul Fitri berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026 berdasarkan perhitungan astronomi posisi hilal.

Ia menjelaskan bahwa pada saat magrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS, yakni tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan kondisi tersebut, awal Syawal diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Meski demikian, Thomas menegaskan bahwa kepastian tanggal Lebaran tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah. Ia juga menyebut adanya kemungkinan perbedaan jika menggunakan kriteria lain, seperti Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menunjukkan 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada 20 Maret 2026.

Dengan adanya perbedaan metode perhitungan, potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan organisasi masyarakat masih terbuka. Pemerintah akan menetapkan keputusan akhir berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar malam ini. (ram)