
Fokusmedan.com : Desa Wisata Hariara Pohan memiliki peranan penting sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai usaha UMKM yang berkembang di desa ini meliputi homestay, kerajinan tangan, kuliner, jasa transportasi lokal, hingga penyediaan cendera mata khas daerah. UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Desa Wisata Hariara Pohan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal, seperti hasil pertanian, perikanan, serta produk budaya Batak sebagai komoditas ekonomi.
Keberadaan UMKM ini tidak hanya memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku usaha, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan daya beli masyarakat.
UMKM MBS Desa Hariara Pohan berdiri sejak Juni 2022. Pembentukannya dilatarbelakangi oleh penetapan Desa Hariara Pohan sebagai desa wisata yang menawarkan beragam potensi, baik wisata alam maupun wisata budaya, seperti Bukit Holbung dan kawasan budaya Huta Simarmata.
Bahkan, pada tahun 2023 Desa Hariara Pohan meraih predikat sebagai desa wisata terindah dalam ajang ADWI 2023. Pengembangan desa wisata ini didukung oleh Kepala Desa, Sampe G. Sihotang, S.E., bersama Pokdarwis yang dipimpin oleh Hotjon Simarmata.
UMKM MBS berawal dari kelompok masyarakat yang terdiri dari tujuh orang anggota. Mereka mengembangkan produk makanan kering khas daerah sebagai oleh-oleh, yang merupakan warisan kuliner turun-temurun. Dalam upaya memperluas pasar, masyarakat memanfaatkan sistem konsinyasi melalui reseller.
Hingga saat ini, produk tersebut masih terus diproduksi sebagai oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Desa Hariara Pohan dan wilayah Samosir secara umum. Produk unggulan yang dihasilkan antara lain tipa-tipa dan sasagun.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Hariara Pohan, Kabupaten Samosir. Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi pembangunan ekonomi berbasis masyarakat yang memanfaatkan potensi lokal, baik sumber daya alam, budaya, maupun kearifan lokal sebagai daya tarik wisata.
Desa Wisata Hariara Pohan yang berada di kawasan Danau Toba memiliki berbagai potensi, seperti Bukit Holbung, perkebunan kopi dan alpukat, sistem irigasi persawahan, rumah adat Batak, serta situs sejarah berupa sarkofagus makam Raja Simarmata.
Keberadaan potensi tersebut mendorong berkembangnya berbagai aktivitas UMKM, seperti kuliner lokal, homestay, kerajinan tangan, jasa transportasi, dan penjualan cendera mata khas daerah, yang berperan dalam meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Namun demikian, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya inovasi produk, keterbatasan akses pemasaran, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital. Kondisi ini menyebabkan peran UMKM dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat belum sepenuhnya optimal.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mendorong perkembangan UMKM melalui penambahan jenis produk baru sehingga mampu membuka lebih banyak peluang kerja di desa. Selain itu, peran UMKM di Desa Wisata Hariara Pohan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di luar pekerjaan utama mereka. Oleh karena itu, pengembangan UMKM perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pendampingan inovasi produk.
Dengan demikian, pengembangan UMKM di Desa Wisata Hariara Pohan diharapkan dapat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
Penulis : Sepdwiyana Donargo, Politeknik Pariwisata Medan
