IHSG Menguat 1,41 Persen ke Level 7.440, Rupiah Melemah ke Rp16.855 per Dolar AS

Ilustrasi kinerja IHSG.

Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat meskipun laju kenaikannya sempat melambat. IHSG tercatat sempat menyentuh level tertinggi di 7.499, namun kemudian berbalik arah meski tetap berada di zona hijau.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menjelaskan, IHSG sempat turun hingga ke level 7.372 sebelum akhirnya ditutup menguat 1,41 persen di posisi 7.440,913. Penguatan IHSG tersebut sejalan dengan mayoritas bursa saham di Asia yang juga mencatatkan kenaikan pada perdagangan hari ini.

Sejumlah saham yang turut menopang penguatan IHSG di antaranya BUMI, BBCA, BMRI, ANTM, ENRG, hingga MEDC. Saham-saham sektor energi dan pertambangan menjadi yang paling diuntungkan pada perdagangan kali ini, seiring kenaikan harga minyak mentah dan batu bara di pasar global.

“Meski demikian, kenaikan harga minyak dunia sejauh ini justru lebih banyak memberikan tekanan bagi bursa saham secara umum,” ujar Gunawan.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini tercatat melemah ke level Rp16.855 per dolar AS. Kondisi tersebut terjadi di tengah sentimen dari memburuknya sejumlah indikator ekonomi Amerika Serikat.

Menurut Gunawan, penurunan harga minyak mentah dunia juga turut memberi dorongan bagi penguatan pasar keuangan secara keseluruhan, meskipun pergerakan rupiah masih menunjukkan pelemahan.

Sementara itu, harga emas dunia melanjutkan tren kenaikan dan diperdagangkan di kisaran 5.185 dolar AS per ons troy atau sekitar Rp2,82 juta per gram.

Kenaikan harga emas tersebut terjadi di tengah pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyebutkan akan segera mengakhiri perang di Iran. Namun, pernyataan tersebut direspons oleh pihak Iran dengan menegaskan bahwa pihaknya yang akan menentukan kapan konflik tersebut berakhir. (ram)