TNI-Polri Evakuasi 198 Orang dari Tambang Emas Kali Musairo Nabire Pascateror KKB

Fokusmedan.com : Aparat gabungan TNI-Polri sukses mengevakuasi 198 individu, terdiri dari para pendulang emas dan karyawan PT Kristalin, dari lokasi penambangan di Kali Musairo, Legari, Nabire, Papua Tengah. Proses evakuasi ini dilakukan menyusul insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah tersebut. Langkah cepat ini diambil untuk mengantisipasi potensi ancaman lebih lanjut terhadap keselamatan warga yang berada di area tambang.

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengonfirmasi bahwa evakuasi tersebut mencakup 26 Warga Negara Asing (WNA) asal China yang merupakan bagian dari karyawan PT Kristalin. Seluruh proses evakuasi berlangsung pada Minggu (22/2) dan berjalan dengan aman, meskipun personel keamanan tetap dalam kondisi siaga tinggi. Evakuasi ini menjadi respons langsung terhadap serangan KKB pimpinan Aibon Kogoya yang terjadi sehari sebelumnya.

Serangan KKB pada Sabtu (21/2) menargetkan pos pengamanan PT Kristalin dan mengakibatkan dua korban jiwa. Oleh karena itu, evakuasi massal ini menjadi prioritas utama untuk melindungi masyarakat dari ancaman keamanan. Pihak berwenang berupaya memastikan tidak ada lagi korban akibat aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

Detail Operasi Evakuasi dan Penanganan

Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan bahwa setelah berhasil dievakuasi, karyawan PT Kristalin berkebangsaan China langsung didata di Polsek Makimi. Mereka kemudian ditampung sementara di mes perusahaan yang berlokasi di Sriwini, Nabire. Penanganan ini merupakan bagian dari prosedur standar untuk memastikan identitas dan kondisi para korban evakuasi.

Total 198 orang yang dievakuasi menunjukkan skala operasi yang signifikan dalam menjaga keamanan di wilayah rawan konflik. Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti kesigapan TNI-Polri dalam merespons ancaman keamanan. Meskipun operasi berjalan lancar, kesiagaan personel tetap menjadi kunci untuk mencegah insiden lebih lanjut.

Langkah-langkah pengamanan terus diperketat di sekitar area tambang dan jalur evakuasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam operasi aman dari potensi gangguan. Koordinasi antara berbagai unsur keamanan menjadi esensial dalam menjaga stabilitas wilayah pasca-insiden.

Ancaman KKB dan Langkah Pengamanan

Insiden penyerangan yang dilakukan KKB pimpinan Aibon Kogoya terhadap pos pengamanan PT Kristalin pada Sabtu (21/2) menyoroti seriusnya ancaman di wilayah Papua Tengah. Serangan ini menyebabkan dua orang tewas, menggarisbawahi perlunya tindakan tegas dari aparat keamanan. KKB terus menjadi faktor destabilisasi yang mengancam keselamatan warga dan aktivitas ekonomi di daerah tersebut.

TNI-Polri berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Tengah. Keberadaan personel di lapangan adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat serta melindungi objek vital nasional. Langkah-langkah preventif dan responsif terus ditingkatkan untuk menghadapi setiap potensi ancaman.

Kapolres Tatiratu menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi seluruh personel yang bertugas. Situasi di lapangan dapat berubah dengan cepat, sehingga kesiapan adalah kunci. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang guna mendukung upaya pengamanan.

Rencana Penyisiran Lanjutan di Kali Musairo

Tidak berhenti pada evakuasi awal, Satgas Operasi Damai Cartenz dijadwalkan akan melakukan penyisiran lanjutan pada Senin (23/2). Penyisiran ini akan berfokus pada area sekitar Kilometer 40 hingga Kilometer 50 di Kali Musairo. Tujuan utama adalah mencari dan mengevakuasi pendulang lain yang mungkin masih berada di lokasi tersebut.

Penyisiran ini penting untuk memastikan tidak ada lagi warga sipil yang terjebak atau terancam oleh keberadaan KKB. Diharapkan, dengan penyisiran menyeluruh, semua pendulang dapat ditemukan dan dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Keselamatan para pendulang menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Kapolres Tatiratu menyatakan harapannya agar para pendulang yang masih berada di area tersebut dalam keadaan aman, terutama dari gangguan KKB. Operasi Damai Cartenz terus berupaya menciptakan kondisi yang kondusif di Papua Tengah, membebaskan masyarakat dari ancaman kekerasan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan keamanan di seluruh wilayah Indonesia.(yaya)