BPS Catat Luas Panen Jagung Sumut Menyusut, Produksi Turun 6,9 Persen

Ilustrasi petani sedang menjemur jagung.

Fokusmedan.com : Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat penurunan luas panen dan produksi jagung pipilan sepanjang Januari hingga Desember 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data BPS, luas panen jagung pipilan pada 2025 tercatat sekitar 203,61 ribu hektare, turun 6,98 ribu hektare atau 3,31 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai 210,59 ribu hektare.

Statistisi Ahli Utama BPS Sumatera Utara, Misfaruddin, mengatakan selain penurunan luas panen, terjadi pula pergeseran waktu puncak panen jagung pipilan di Sumatera Utara.

“Jika pada tahun 2024 puncak panen terjadi pada bulan Juni, maka pada tahun 2025 puncak panen bergeser ke bulan Juli dengan luas panen sebesar 28,65 ribu hektare,” ujarnya.

Meski menjadi puncak panen, luas panen jagung pada Juli 2025 tersebut tercatat lebih rendah 0,12 ribu hektare atau 0,42 persen dibandingkan puncak panen Juni 2024.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Jagung 2024–2025, luas panen jagung terdiri atas tiga jenis panen, yakni panen hijauan, panen muda, dan panen pipilan. Pada tahun 2025, luas panen hijauan tercatat sebesar 3,65 ribu hektare, sementara luas panen muda mencapai 14,49 ribu hektare.

Seiring dengan penurunan luas panen, produksi jagung pipilan kering kadar air 28 persen (JPK-KA 28%) sepanjang 2025 juga mengalami penurunan. Produksi JPK-KA 28% tercatat sebesar 1,73 juta ton, turun 128,14 ribu ton atau 6,90 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,86 juta ton.

Misfaruddin menambahkan, produksi JPK-KA 28% tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Juli dengan capaian 243,12 ribu ton, lebih rendah dibandingkan puncak produksi tahun 2024 pada bulan Juni yang mencapai 258,90 ribu ton.

Lebih lanjut, apabila produksi JPK-KA 28% dikonversikan menjadi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK-KA 14%), maka total produksi jagung Sumatera Utara sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 1,28 juta ton. Angka ini turun sekitar 94,73 ribu ton atau 6,90 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 1,37 juta ton.

“Data ini menunjukkan bahwa kinerja produksi jagung pada 2025 mengalami tekanan, baik dari sisi luas panen maupun produksi, sehingga perlu menjadi perhatian bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian jagung di Sumatera Utara,” pungkas Misfaruddin. (ng)