Peluru Israel Ditemukan di Tubuh Bocah Iran yang Tewas Saat Demo

Fokusmedan.com : Sebuah fakta mengerikan terungkap di balik gelombang kerusuhan yang mengguncang Iran sejak akhir 2025. Pemeriksaan forensik melaporkan adanya temuan amunisi militer buatan Israel yang bersarang di tubuh anak-anak yang tewas dalam demonstrasi tersebut.

Dilansir the Cradle, Selasa (21/1), laporan ini pertama kali diungkap oleh kantor berita Rusia TASS pada 21 Januari, yang mengutip sumber keamanan Iran.

Temuan ini semakin memanaskan situasi di Teheran, di mana pemerintah setempat menuding adanya campur tangan asing yang menunggangi protes warga.

Tragedi Gadis Kecil di Isfahan dan Kermanshah

Sumber keamanan Iran membeberkan bukti forensik yang memilukan. Salah satu korbannya adalah seorang gadis berusia delapan tahun di Isfahan. Bocah malang itu tewas tertembak saat sedang berbelanja bersama keluarganya di tengah kekacauan.

Menurut laporan forensik, peluru menghantam perut, dagu, dan bagian belakang kepala korban. Analisis balistik kemudian mengonfirmasi bahwa peluru tersebut adalah amunisi militer Israel.

Kasus serupa menimpa Melina Asadi, balita berusia tiga tahun di Kermanshah. Melina tewas pada malam hari tanggal 7 Januari 2026 saat perjalanan pulang dari apotek bersama ayahnya. Ia ditembak dari arah belakang oleh orang tak dikenal yang disebut pihak keamanan sebagai “teroris bersenjata”.

Jumlah Korban Tewas

Kerusuhan yang bermula pada 29 Desember 2025 akibat anjloknya nilai mata uang Rial ini telah memakan korban jiwa dalam jumlah fantastis. Seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa pihak berwenang mengonfirmasi setidaknya 5.000 kematian.

Angka ini merupakan revisi dari perkiraan sebelumnya yang menyebut 2.000 korban jiwa. Dari total tersebut, sekitar 500 di antaranya adalah anggota pasukan keamanan Iran.

Tudingan “Balkanisasi” oleh AS dan Israel

Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ali Khamenei secara terbuka menyalahkan Amerika Serikat dan Israel atas tumpahnya darah ribuan warganya. Dalam pidato nasionalnya, Khamenei menyebut para perusuh sebagai aktor yang “terkait dengan Israel dan AS” yang bertujuan menyebabkan kerusakan besar.

“Kami menganggap presiden AS sebagai penjahat,” tegas Khamenei, seraya bersumpah bahwa mereka yang bertanggung jawab tidak akan lolos dari hukuman, meski ia menekankan Teheran tidak akan terseret ke dalam perang terbuka.

Senada dengan Khamenei, Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, menuduh Washington dan Tel Aviv tengah menjalankan skenario “Balkanisasi” alias pemecahbelahan Iran.

Menurutnya, intelijen Iran memiliki bukti adanya penyelundupan senjata dan pendanaan logistik untuk kelompok separatis guna menggoyahkan negara.

Kelompok separatis Kurdi Iran, Partai Kebebasan Kurdistan (PAK), mengakui telah melancarkan serangan bersenjata terhadap pasukan keamanan selama kerusuhan, yang mereka klaim sebagai bentuk dukungan terhadap protes rakyat.(yaya)