
Fokusmedan.com : Bank Indonesia (BI) dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada perdagangan hari ini. Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 4,75 persen.
Menurut Gunawan, penurunan suku bunga acuan pada saat ini dinilai berisiko tinggi, terutama terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah.
“Menurunkan suku bunga saat ini terlalu berisiko. Tekanan terhadap Rupiah berpeluang memburuk jika BI memangkas bunga acuan,” ujarnya, Rabu (21/1/2025).
Pada perdagangan hari ini, Rupiah terpantau melemah dan ditransaksikan di kisaran Rp16.950 per dolar AS. Gunawan menilai pelemahan Rupiah dipicu kombinasi sentimen negatif baik dari dalam maupun luar negeri.
“Memburuknya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Eropa yang kini meluas ke isu ekonomi menjadi sentimen buruk bagi pasar keuangan domestik,” katanya.
Tekanan serupa juga dialami pasar saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di level 9.094, seiring dengan pelemahan mayoritas bursa saham Asia. Gunawan menyebut rencana Amerika Serikat yang terus berupaya menganeksasi Greenland turut memperburuk sentimen pasar.
“Isu tersebut menjadi sentimen negatif yang memberatkan pergerakan IHSG,” ujarnya.
Selain itu, perang tarif antara Amerika Serikat dan Eropa dinilai menjadi isu ekonomi besar yang menekan sektor keuangan global.
“IHSG dan Rupiah sangat dirugikan ketika tensi geopolitik memanas dan meluas ke isu ekonomi,” kata Gunawan.
Di sisi lain, meningkatnya eskalasi geopolitik justru menjadi katalis positif bagi harga emas. Pada perdagangan pagi ini, harga emas dunia kembali menguat dan mencetak rekor tertinggi baru di level 4.834 dolar AS per ons troy, atau setara sekitar Rp2,65 juta per gram.
Gunawan menambahkan, kekhawatiran pasar terhadap potensi perang dunia ketiga tidak hanya mendorong lonjakan harga emas, tetapi juga meningkatkan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang kini berada di atas 4,826 persen.
“Kondisi ini tentunya berpeluang semakin menekan kinerja IHSG dan nilai tukar Rupiah,” pungkasnya. (ram)
