Harga Emas Menguat Dipicu Ketidakpastian The Fed, IHSG Berpeluang Uji Level 9.000 Berita:

Ilustrasi kinerja IHSG.

Fokusmedan.com : Harga emas dunia ditransaksikan menguat hingga menyentuh level US$4.620 per ons troy pada sesi perdagangan Amerika Serikat. Namun, pada perdagangan berikutnya harga emas mengalami koreksi tipis dan bergerak di kisaran US$4.585 per ons troy, atau setara lebih dari Rp2,5 juta per gram.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin menilai penguatan harga emas tersebut dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), yang diperburuk oleh tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran.

“Ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed serta eskalasi geopolitik global membuat emas kembali menjadi aset lindung nilai utama bagi pelaku pasar,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Ketidakpastian semakin meningkat setelah Gubernur Bank Sentral AS tengah diperiksa oleh jaksa terkait dugaan tindakan kriminal atas kesaksiannya pada Juni lalu. Kondisi ini memicu spekulasi pasar bahwa The Fed berpeluang melakukan pemangkasan suku bunga acuan. Pelaku pasar menilai kasus tersebut sebagai bentuk intervensi pemerintah AS terhadap independensi bank sentral.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini dibuka menguat di level 8.931. Menguatnya mayoritas bursa saham Asia menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

Gunawan memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.870 hingga 8.950, dengan peluang terbuka untuk kembali menguji level psikologis 9.000.

Namun demikian, tekanan datang dari pergerakan nilai tukar Rupiah yang melemah ke level Rp16.870 per dolar AS. Pelemahan Rupiah berpotensi membebani kinerja IHSG sepanjang sesi perdagangan.

“Tekanan terhadap Rupiah masih berlanjut di tengah ketidakpastian ekonomi global serta potensi defisit APBN yang diperkirakan berlanjut hingga 2026,” pungkasnya. (ram)