Astindo Travel Fair 2025, Pameran Pariwisata Terbesar Rangkul Seluruh Pelaku Industri Wisata

Konferensi pers terkait kegiatan Astindo Travel Fair (ATF) 2025.

Fokusmedan.com : Ajang pameran pariwisata terbesar di Sumatera Utara, Astindo Travel Fair (ATF) 2025, kembali digelar di Centre Point Medan mulai 30 Oktober hingga 2 November 2025. Pameran ini merupakan agenda tahunan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) yang menjadi wadah strategis bagi pelaku industri pariwisata untuk memasarkan produk unggulan mereka kepada masyarakat.

Ketua Panitia ATF 2025, Christian Salim mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen ASTINDO dalam mendukung pertumbuhan industri pariwisata nasional, sekaligus memperkuat sinergi antar pelaku usaha wisata.

“Melalui Astindo Travel Fair, kami ingin merangkul seluruh pelaku industri pariwisata mulai dari agen perjalanan, hotel, maskapai penerbangan, destinasi wisata, hingga sektor pendukung lainnya agar aktif berpartisipasi dalam mempromosikan produk dan layanan wisata terbaik mereka,” ujar Christian, Selasa (18/10/2025).

Tahun ini, ATF 2025 diikuti oleh 17 agen perjalanan terkemuka, 9 rumah sakit asal Malaysia, serta berbagai peserta lain seperti cruise line, klinik kecantikan, dan merek food & beverage (F&B) ternama.

Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Tourism Malaysia, Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), sejumlah perusahaan pelayaran besar seperti Disney Cruise dan Royal Caribbean, serta Bank BCA sebagai mitra perbankan resmi.

“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, tetapi tumbuh melalui kerja sama berbagai pihak,” tambah Christian.

Partisipasi Tourism Malaysia dalam ATF 2025 menjadi momentum penting untuk
mempromosikan kampanye Visit Malaysia 2026, yang mengusung tema “Malaysia, a Sustainable Destination & Rich in Culture.”

Konsul Pelancongan Tourism Malaysia Medan, Rosalina Abdul Rahim, menjelaskan bahwa kampanye ini tidak hanya menonjolkan keindahan destinasi wisata Malaysia, tetapi juga menekankan aspek keberlanjutan dan pelestarian budaya.

“Visit Malaysia 2026 bukan sekadar kempen, tetapi bagian dari upaya kami membangun destinasi yang lestari, kaya budaya, serta menarik bagi wisatawan berpendapatan tinggi. Pemilihan beruang matahari Malaya sebagai maskot juga menjadi simbol konservasi satwa liar,” ungkap Rosalina.

Dalam pameran kali ini, Tourism Malaysia menggandeng Almeerah Plaza Tour untuk memperkenalkan paket Umrah Stop-Over Kuala Lumpur dan Paket Wisata Halal (Islamic Tourism). Selain itu, turut ditawarkan destinasi unik yang belum banyak dikenal wisatawan Sumatera Utara seperti Ipoh, Cameron Highland, dan Melaka. Tourism Malaysia juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga pendidikan untuk memperkenalkan universitas-universitas unggulan di Malaysia.

Rosalina menambahkan, sepanjang 2024, Malaysia mencatat 38 juta kunjungan wisatawan asing, di mana Indonesia menjadi pasar terbesar kedua dengan 4,1 juta kunjungan. Sementara itu, periode Januari–Agustus 2025 mencatat 28,2 juta kunjungan atau meningkat 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan wisatawan Indonesia mencapai 2,9 juta orang.

“Pasar Sumatera sangat potensial. Lebih dari 200 penerbangan langsung setiap minggu menghubungkan kota-kota di Sumatera dengan Malaysia, ditambah sekitar 290 jadwal feri per minggu. Kami optimistis angka kunjungan akan terus meningkat,” ujarnya.

Medan Siapkan Kalender Event 2026
Kegiatan pembukaan ATF 2025 juga akan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, Odi Anggia Batubara, yang membawa agenda penting berupa soft launching Kalender Event Pariwisata Kota Medan 2026.

“Kami akan melakukan kolaborasi dan soft launching kalender event 2026. Ini menjadi modal promosi bagi travel agent untuk menawarkan Kota Medan sebagai destinasi unggulan di Sumatera Utara,” ujar Odi.

Ia menambahkan, kalender event tersebut nantinya akan disosialisasikan lebih luas pada akhir tahun dan dipromosikan melalui jaringan hotel, agen perjalanan, dan mitra pariwisata lainnya.

“Kami ingin memastikan setiap wisatawan yang datang ke Sumatera Utara juga tertarik untuk stay one more day di Kota Medan,” pungkasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Astindo Travel Fair 2025 diharapkan menjadi barometer utama industri pariwisata di Indonesia, membuka peluang baru bagi wisatawan dan pelaku usaha untuk berjejaring, bertransaksi, serta menciptakan sinergi menuju pariwisata yang berdaya saing global. (ng)