Bencana Alam di Sumut: 10 Orang Meninggal Dunia dan 2.393 Kepala Keluarga Terdampak

Salah satu akses jalan jembatan yang terkena banjir.

Fokusmedan.com : Bencana alam, banjir, banjir badang hingga tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut), tercatat ada 10 orang korban meninggal dunia, dan enam orang korban lagi, dilaporkan masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Bencana alam di Sumut ini, tersebar 6 Kabupaten/Kota, yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Nias.

Berdasarkan data diperoleh dari Polda Sumut, bahwa tercatat terjadi 20 kejadian bencana alam tersebar di 6 Kabupaten/Kota di Sumut ini dengan perincian 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.

“Peristiwa bencana alam ini, menyebabkan 19 warga menjadi korban, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 orang masih dalam pencarian,” sebut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, Rabu 26 November 2025.

Ferry menjelaskan bencana alam ini, juga berdampak dengan kerusakan juga cukup luas, yaitu 2.393 kepala keluarga atas terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor.

Polda Sumut mengerahkan 4 SSK Brimob, termasuk sejumlah SST yang bergerak menuju lokasi-lokasi terdampak untuk evakuasi, SAR, serta pengaturan lalu lintas. Namun, beberapa tim harus melalui medan berat sehingga perjalanan memakan waktu lebih lama.

Di sisi lain, bantuan tambahan berupa Tim Dokkes, Tim TI, dan pasukan Samapta turut digeser untuk memperkuat layanan kesehatan, pendataan, dan koordinasi komunikasi di lapangan.

Lanjut, Ferry mengungkapkan bahwa Polri tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga mengedepankan keselamatan tim serta masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumut terus berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, dan TNI untuk mengoptimalkan proses pencarian dan pemulihan situasi.

“Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti. Tim di lapangan bekerja siang dan malam. Fokus kami adalah memastikan seluruh warga selamat, serta memastikan akses vital segera dibuka kembali,” ungkap Ferry. (ng)