
Fokusmedan.com : Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Em Yunir menyatakan bahwa Maturity-Onset Diabetes of The Young (MODY) menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus diabetes pada kalangan usia muda.
“Memang tren (diabetes pada usia muda) berdasarkan SKI (Survei Kesehatan Indonesia 2023) makin lama makin naik prevalensinya, sekarang 11 persen lebih (11,7 persen),” kata Em Yunir saat konferensi pers di RSCM, Jakarta, Jumat (21/11).
Menurut Em Yunir, sebelum ada istilah MODY, gaya hidup dianggap sebagai penyebab terjadinya lonjakan kasus diabetes. Kelompok usia muda yang dimaksud oleh Yunir adalah mereka yang berusia 40 tahun ke bawah. Hal ini menunjukkan pergeseran dibandingkan dengan 30 tahun lalu.
“Kalau kita perhatikan tren (diabetes) pada anak muda makin lama makin banyak,” ujar dia.
Em Yunir mengatakan sewaktu sekolah 30 tahun lalu, di poliklinik berketemu pasien diabetes berusia 50, 60, 70 tahun.
“Nah, sekarang sudah banyak di bawah umur 40, 30, 20 tahun,” kata dia.
Dia menjelaskan bahwa selain faktor gaya hidup, ada juga faktor genetik yang diturunkan dari orangtua yang dikenal dengan MODY.
“Ternyata kalau kita identifikasi selain lifestyle, ada faktor gen yang diturunkan dari orangtua (MODY). Dari neneknya ke ibunya, dari ibunya ke anaknya, ke cucunya dan seterusnya dan itu akan terbawa terus,” kata dia.
Mengenal MODY
MODY merupakan jenis diabetes yang diturunkan secara genetik, baik dari salah satu orang tua maupun kedua orang tua. Diabetes ini tergolong langka dan tidak termasuk dalam kategori diabetes tipe satu atau tipe dua. Di antara 20 orang yang mengidap diabetes, satu di antaranya adalah pengidap tipe MODY.
“Karena gen MODY, pasien-pasien diabetes itu semakin lama, semakin muda,” ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono pada kesempatan yang sama.
Dante menekankan pentingnya mengenali tipe diabetes pada anak-anak. Ada kemungkinan diabetes yang mereka alami bukanlah tipe satu atau dua, melainkan tipe MODY. Dengan melakukan deteksi tipe diabetes yang tepat, penanganan dapat dilakukan dengan lebih personal dan tepat sasaran.
“Dan salah satu identifikasi untuk melakukan pengobatan secara presisi dengan mengetahui gen penyebabnya adalah dengan pemeriksaan Gen MODY. Kalau dulu pemeriksaan ini harus didapatkan di luar negeri, dengan penemuan panel karakter Indonesia sudah bisa didapatkan pemeriksaannya di dalam negeri,” jelas Dante.
Lebih lanjut, Dante menambahkan bahwa pemeriksaan Gen MODY akan difokuskan pada karakteristik pasien diabetes yang masih muda. Dengan pendekatan ini, diharapkan pengobatan yang diberikan dapat lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.
“Dan Gen MODY ini nanti akan dilakukan pemeriksaan khususnya pada karakter pasien-pasien diabetes yang usia muda,” tutupnya.
Uji Genetik MODY
Pengujian genetik untuk MODY ditujukan bagi remaja atau orang dewasa muda yang mengalami diabetes tanpa adanya masalah berat badan berlebih atau obesitas, serta memiliki riwayat diabetes dalam keluarga. Penting untuk mengidentifikasi gen yang menyebabkan diabetes pada anak agar dapat menyesuaikan pengobatan dan mengevaluasi risiko bagi anggota keluarga lainnya.
Dante menjelaskan bahwa pemeriksaan genetik MODY dilakukan pada pasien diabetes yang berusia di bawah 25 tahun. Dengan adanya pemeriksaan ini, pasien diabetes muda yang biasanya mendapatkan perawatan umum kini dapat menerima pengobatan yang lebih tepat dan sesuai dengan kondisi mereka. “Jadi (pengobatannya) terstruktur lebih rapi dan lebih tepat lagi,” ungkap Dante.
Pemeriksaan Gen MODY
Pada kesempatan kali ini, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan resmi meluncurkan layanan Panel Diagnosis Genetik MODY. Layanan ini merupakan bagian dari Klinik Kedokteran Presisi yang ada di Advanced Diabetes Centre RSCM Kencana. Dengan tema “From Genes to Glucose: Young-Onset Diabetes & Precision Care Across Life Stages”, peluncuran ini menekankan pentingnya penanganan diabetes pada usia muda melalui pendekatan yang berbasis pada genom. “Langkah besar tersebut merupakan realisasi komitmen RSCM dalam menjalankan arahan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu transformasi teknologi kesehatan,” ungkap dr. Supriyanto, Sp.B, FINACS, M.Kes, Direktur Utama RSCM.
Panel Genetik MODY ini dirancang untuk mengidentifikasi penyebab genetik diabetes pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda secara lebih akurat. Dengan diagnosis yang tepat sejak awal, pasien dapat menerima terapi yang sesuai dengan profil genetik mereka, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan. Selain itu, layanan ini juga membantu dalam perencanaan pencegahan bagi anggota keluarga yang mungkin memiliki kecenderungan serupa terhadap penyakit ini.(yaya)
