Sofyan Tan Kunjungi SD di Sibolangit Tongging, Ajak Siswa Bermimpi Jadi Dokter dan Janjikan Beasiswa

Anggota Komisi X DPR RI dr Sofyan Tan kunjungi SD 040540 Sibolangit Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo.

Fokusmedan.com : Dua siswi kelas 5 SD, Citra Simanjorang dan Levita Sinaga, tampak tekun membaca buku di tengah keramaian tamu yang datang ke sekolah mereka, SD 040540 Sibolangit Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Meski sesekali melirik ke kanan dan kiri, keduanya tetap fokus, seolah tak terganggu dengan suasana di sekitarnya.

Pemandangan itu menarik perhatian Anggota DPR RI, Sofyan Tan, yang saat itu berkunjung untuk melihat kondisi sekolah. Ia pun menghampiri dua gadis kecil tersebut dan menanyakan cita-cita mereka.

“Mau jadi dokter,” jawab Citra polos.
“Saya juga mau jadi dokter,” sambung Levita.

Keduanya sepakat, menjadi dokter adalah profesi yang hebat karena bisa menolong orang sakit. Mendengar jawaban itu, Sofyan Tan tersenyum dan memberi semangat kepada mereka. Ia menuturkan, dengan adanya program beasiswa Pendidikan Indonesia Pintar (PIP), setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi, tanpa terkendala ekonomi.

“Dengan beasiswa, siapa pun bisa kuliah di Fakultas Kedokteran. Tidak peduli dari latar belakang apa. Saya sudah membuktikannya,” ujar legislator dari PDI Perjuangan itu.

 

Dalam kunjungannya, Sofyan Tan meminta para guru untuk mendata seluruh siswa yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah agar bisa diusulkan sebagai penerima PIP. Ia juga berjanji akan membantu mengusulkan rehabilitasi gedung sekolah, apabila usulannya sudah tercantum dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Semua siswa yang memang dari keluarga kurang mampu, usulkan PIP,” tegasnya.

Sofyan Tan menjelaskan, langkah ini dilakukan agar anak-anak di desa memiliki akses pendidikan yang lebih baik dan dapat menjadi generasi cerdas yang kelak berkontribusi memajukan daerahnya.

“Meskipun wilayah ini berada di luar Dapil saya, tapi saya wakil rakyat Sumatera Utara dan seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Yahya Karo-karo, guru sekaligus operator SD 040540, mengaku senang dan bangga karena baru kali ini sekolah mereka dikunjungi pejabat tinggi negara.

“Sekolah ini dibangun tahun 1991 dan belum pernah direhab. Banyak plafon yang bolong karena lapuk dan roboh dimakan usia. Jendela pun tidak ada, hanya lubang angin kawat model lama. Kami sudah ajukan rehab sejak 2023,” tuturnya.

Ia menambahkan, tahun ini baru empat siswa yang diusulkan menerima PIP. Dengan adanya perhatian dari Sofyan Tan, ia berharap seluruh siswa kecuali yang orang tuanya ASN—bisa diusulkan.

“Total siswa kami 87 orang, mungkin sekitar 80-an layak menerima PIP,” katanya.

Usai meninjau kondisi sekolah dan berbincang dengan guru, Sofyan Tan dikerumuni para siswa yang antusias mengajak bersalaman dan berfoto bersama. Mereka dengan semangat menyebutkan cita-cita masing-masing ada yang ingin jadi dokter, polisi, tentara, hingga petani.(ng)